12 Jul 2018 15:53

Serasa di Los Rojiblancos

MyPassion
Antoine Griezmann.(AFP Photo)

MANADOPOSTONLINE.COM—Prancis sukses menduplikasi gaya main Belgia saat menyisihkan Brasil dari perempat final (7/7). Bertahan dengan rapi, lalu meng-counter balik dan memanfaatkan bola-bola set pieces di dalam menjebol gawang lawan. “Sedikit mirip dengan Atletico (Madrid),” ucap winger Prancis Antoine Griezmann, kepada L'Equipe.

Ya, gaya main seperti Prancis itu yang sudah sering dijalani Grizzi -julukan Griezmann- saat main di Atletico. Kebetulan, peran yang dia jalani di timnas Prancis sama seperti ketika di Atletico. Meski berperan sebagai nomor 10, Griezmann lebih bebas. Saat menyerang, dia akan berduet dengan Olivier Giroud.

Dan, begitu bertahan dia akan kembali seperti ketika dia di Los Rojiblancos, menjelajah sisi kanan defense lawan. Prancis yang main 4-2-3-1 saat menyerang berubah jadi 4-5-1 di saat mendapat tekanan lawan. Perannya di Les Bleus -julukan Prancis- pun lebih komplet, memberi assist dan jadi pembeda. Sama seperti saat di Atletico.

Musim lalu di semua ajang, Griezmann menyumbangkan 29 gol dan 15 assist dalam 49 laga. Di Rusia, winger 27 tahun itu sudah mengoleksi tiga gol dan mengirim dua assist. Seperti laga kemarin saat tendangan pojoknya mampu dituntaskan Samuel Umtiti dengan gol. Itu makin menegaskan fungsi Griezmann sebagai set pieces taker.

Satu set pieces-nya juga jadi pembeda di perempat final melawan Uruguay (6/7). Lewat free kick-nya, Raphael Varane mampu menuntaskannya dengan heading. “Peran-peran itu yang sejak awal turnamen sudah ingin saya lakukan,” imbuh winger yang sudah merasakan dua kali Piala Dunia itu.

Di antara semifinalis Piala Dunia lainnya, Prancis masih kalah dari Inggris sebagai yang sering memanfaatkan set pieces untuk mencetak gol. Harry Kane dkk mencetak lima gol lewat skema set pieces. Prancis dua kali, sama seperti yang dilakukan Belgia. Kroasia cuma sekali di Piala Dunia ini mencetak gol dari situasi set pieces. (Jawa Pos/can)

Kirim Komentar