12 Jul 2018 14:21

Proyek PUPRD Sulut Wajib Transparan

MyPassion
Grafis

MANADOPOSTONLINE.COM—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah (PUPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menangani proyek miliaran. Terinformasi anggaran yang dikelolah PUPRD hingga Rp 222 miliar. Ini untuk 59 paket pekerjaan.

Terkait hal ini, pengamat pemerintahan Dr Jhony Lengkong meminta, semua proses  yang dikerjakan harus transparan dan mampu dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

"Banyak pekerjaan sekarang ini tidak dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Semua hanya kepada pimpinan. Namun penggunaannya jika menggunakan APBD maka harus bisa mempertanggungjawabkan kepada rakyat. Bagaimana mau mempertanggungjawabkan jika transparansi saja tidak dilakukan," ucapnya.

Lengkong mengatakan, jika ada pekerjaan yang menggunakan APBD atau APBN namun dilakukan secara tertutup maka patut dicurigai. Maka pihak pengawas seperti Inpektorat, kepolisian atau kejaksaan harus turun mencari tahu. “Jangan sampai ada yang tidak beres dalam pekerjaan tersebut. Karena jika ada yang dilakukan tertutup, berarti ada yang tidak benar. Ini harus ada tindakan dari pihak pengawas. Kenapa begitu? Agar penggunaan APBD maupun APBN memang tepat sasaran," kuncinya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPRD Sulut Steve Kepel mengklaim, semua proyek sudah berjalan. "Semua sudah berjalan dengan baik. Namun untuk jelasnya, silahkan hubungi bidang yang menangani. Kalau angkanya, memang benar Rp 222 miliar," ucapnya.

Lanjutnya, proyek di dinasnya ada yang sudah sampai tahap penandatanganan kontrak kerja dan pelaksanaan. Ini dikatakannya juga, bahwa masa pengerjaan dari proyek berbeda-beda.

“59 paket proyek ini sudah running. Penyelesaiannya ada yang tiga bulan, enam bulan, dan 10 bulan. Itu untuk pekerjaan prioritas,” sebutnya.

Untuk tahun ini, kata Kepel, prioritas pemantapan jalan provinsi. Khususnya Pulau Salibabu, Pontak-Kalait-Lobu serta Silian-Tombatu.

Kepala Bidang Bina Teknik Dinas PUPRD Sulut Frans Timah membenarkan total anggaran keseluruhan dari 59 paket Rp 222 miliar.

“Itu telah kami lelang waktu lalu, agar bisa dimulai. Namun masih ada satu paket pekerjaan yang belum dilelang. Karena kita masih menunggu hasil perencanaannya. Namun untuk paket yang lain, sudah sejumlah 10 persen dari total paket yang selesai,” sebut Timah.(tr-02/can)

Kirim Komentar