12 Jul 2018 11:49

Polisi Ingin Lebih Terkesan Sipil

MyPassion
Tito Karnavian

MANADOPOSTONLINE.COM—Perayaan hari lahir Bhayangkara atau ulang tahun ke-72 Polri baru serentak secara nasional diadakan kemarin (11/7). Padahal biasanya diperingati tiap 1 Juli. Lokasi perayaannya secara nasional pun dilakukan di Istora Senayan.

Kapolri Tito Karnavian menuturkan biasanya peringatan hari Bhayangkara dilakukan di tempat terbuka dengan rangkaian parade dan pertunjukan ketangkasan. Tapi, tahun ini memang diadakan secara berbeda dengan mengambil tempat di dalam Istora Senayan.

”Tahun ini dilaksanakan secara indoor di Istora Senayan. Ini dimaksudkan untuk memberikan nuansa lain, yaitu nuansa sipil karena polri pada dasarnya institusi sipil yang berseragam,” ujar Tito saat memberikan sambutan usai upacara yang lebih resmi.

Istora dipilih sebagai salah bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Asian Games yang akan dibuka pada 18 Agustus 2018. Memang tampak spanduk-spanduk ucapan selamat hari bhayangkara yang juga memuat promosi Asian Games. Tiga maskot Asian Games Bhinbin, Atung, dan Kaka pun ditampilkan menyambut tamu undangan. ”Istora salah satu veneu utama yang telah direnovasi seperti saat ini kita lihat atas instruksi bapak Presiden,” kata Tito.

Sedangkan waktu pelaksanaan bukan 1 Juli lantaran hampir seluruh anggota polri terlibat dalam operasi Mantap Praja pengamanan Pemilihan Kepala daerah. Presiden Joko Widodo menjadi pembina upacara. Para pejabat tinggi juga terlihat hadir. Seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua Mahkamah Agung M. Hatta Ali. Terlihat pula jajaran menteri kabinet kerja, dan ketua lembaga.

Tito juga mempromosikan film tentang polisi berjudul 22 Menit yang akan mulai tayang pada 19 Juli 2018 di  bioskop. Film tersebut terinspirasi dari aksi teror Bom Thamrin Jakarta Pusat pada Januari 2016.

”Melalui film ini Polri hendak menyampaikan pesan kepada masyarakat bahaya terorisme. Sekaligus mengajak seluruh element untuk meningkatkan kewaspadaan dan kebersamaan dalam penanggulangan terorisme di Indoensia,” imbuh mantan Kapolda Metrojaya itu.

Cuplikan film tersebut juga sempat diputar di sela sambutan Tito. Dia pun meminta semua hadirin itu untuk menonton di bioskop. Begitu pula dengan anggota polri di daerah untuk menonton bareng film tersebut. ”Namun karena anggaran polri  tidak tersedia maka disarankan menonton di bioskop, mohon maaf, dengan biaya sendiri,” canda Tito diiringi tawa dan tepuk tangan.

Selain itu, Tito juga mengabarkan kembali Indonesia sebagai negara paling aman di dunia versi survey lembaga Gallup. Lembaga yang bermarkas di Amerika Serikat itu menempatkan Indonesia di peringkat ke sembilan. ”Posisi tersebut berada diatas Denmark, Belanda, dan bahkan Jepang yang dikenal sebagai negara aman,” ujar dia.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pun menyebutkan tentang survey tersebut sebagai salah satu kabar baik dalam ulang tahun polri. Dia menyebutkan penilaian itu merupakan sebuah capaian yang membangkan. Tapi, tetap harus dijaga dan dipertahankan. ”hasil kerja elemen bangsa tentu ada kerja keras, pengabdian, dan dediksi polri,” ujar Jokowi.

Dia memberikan setidaknya lima instruksi untuk jajaran polri. Diantaranya untuk meningkatkan kinerja dan mantabkan soliditas internal dan profesional polri untuk menumbuhkan dan memperkokoh semangat kebersamaan menghadapi tantangan kompleks. Jokowi juga menginstruksikan agar ada perbaikan kelemahan yang ada terutama penegakan hukum yang harus profeional, transparan, dan berkeadilan.

”Buang budaya koruptif, hindari tindakan yang berlebihan serta tingkatkan kepercayaan publik kepada Polri,” kata Jokowi. Dia juga meminta agar polri bisa mengedepankan langkah pencegahan dan pendekatan humannis dalam menangani persoalan sosial. Selain itu juga perlu meningkatkan komunikasi, koordinasi TNI dan semua elemen masyarakat dalam menjalankan tugas (jpg)

Kirim Komentar