12 Jul 2018 14:24

Pemprov Sulut Akui Ada TKA Ilegal di Mitra

MyPassion
Tambang yang berada di Ratatotok ini diduga mempekerjakan TKA asal Tiongkok sebelumnya.

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah (Disnakertrans) mengakui ada tenaga kerja asing (TKA) ilegal yang sempat bekerja di tambang Minahasa Tenggara (Mitra). TKA tersebut berasal dari Tiongkong.

"Sesuai koordinasi saya dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Minahasa Tenggara, sempat ada TKA yang bekerja di tambang. Namun itu tidak seperti yang dikatakan bahwa tambang ilegal. Dari informasi yang saya terima, nama perusahannya ada. Bukan ilegal, hanya TKA tersebut yang ilegal," ucap Kepala Disnakertrans Sulut Erny Tumundo, Rabu (11/7).

Lanjutnya, pihak provinsi dan Mitra sedang dalam proses pembahasan untuk menyikapi masalah ini. Karena menurutnya, TKA yang memang non skill tidak bisa masuk Sulut. Dia juga meminta, pemerintah setempat agar lebih tegas.

Dia membeber, yang lebih bahaya saat ini soal tambang ilegal. "Ya sekarang yang bahaya itu bukan lagi TKA ilegal. Yang bahaya adalah jika ada tambang ilegal namun dibiarkan pemerintah setempat. Kita berharap, pemerintah setempat harus tegas dalam menyikapi masalah tambang ilegal ini," tegasnya.

Pemerhati tenaga kerja Sulut, Charles Romel mengatakan, pemerintah harus tegas dalam menyikapi TKA non skill. Dia pun menilai, pemerintah sekarang masih banyak tutup mata mengenai keberadaan TKA ilegal di Sulut.

"Coba liha sekarang, mereka saja tahu kalau ada TKA di tambang-tambang yang tidak miliki izin di Mitra. Namun apa sikap tegas mereka. Jangan sampai kita sebagai tuan tanah, harus menjadi tamu di sini. Karena itu, saya berharap ada sikap tegas dan transparan dari penindakan dan pengawasan yang ada," tururnya. (tr-02/can)

Kirim Komentar