12 Jul 2018 10:35

OD-SK Hebat Masuk Top 99 Nasional

MyPassion
Sekprov Edwin Silangen didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Ricky Toemanduk dan Kepala Biro Organisasi Setda Prov Sulut Glady Kawatu diwawancarai TV nasional usai presentasikan keberhasilan ODSK di KemenPAN-RB RI. (dok)

MANADOPOSTONLINE.COM — Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OD-SK) yang digagas Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD) SE dan Wakil Gubernur (Wagub) Drs Steven Kandouw, berhasil masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018.

Tahap selanjutnya akan bersaing dengan Kementrian, BUMN dan pemerintah daerah lainnya untuk menuju Top 40. Jika masuk 40 terbaik, Sulut akan mendapat tambahan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 50  miliar dari pusat.

Kompetisi ini diselenggarakan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB RI).

Rabu (11/7) kemarin,  Gubernur yang diwakili Sekretaris Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen SE MS, mempresentasikan keberhasilan program itu di hadapan tim penilai. Sekprov memaparkan sejauh mana pelaksanaan dan siapa saja yang mendapatkan dampaknya.

"Sejak awal pelaksanaan sampai saat ini, angka kemiskinan Sulut telah mengalami penurunan.   September 2015 masih di angka 8,98 persen, Maret 2016 turun menjadi 8,34 persen. September 2016 turun lagi menjadi 8,2 persen, Maret 2017 turun menjadi 8.1 persen, dan data terakhir pada September 2017 turun lagi menjadi 7.9 persen," jelas Silangen.

Dalam implementasinya, tim pengentasan kemiskinan Sulut meninjau langsung kondisi masyarakat miskin di desa dan kelurahan berbasis data terpadu. Hasil tersebut dikoordinasikan dengan stakeholders terkait  penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Lanjut Sekprov, Pemprov Sulut memasukan pengentasan kemiskinan dalam visi misi pembangunan, sesuai dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK). Dengan pendataan yang akurat dan terpadu, Pemprov berhasil menurunkan angka kemiskinan.

Dengan adanya inovasi program ODSK, perangkat daerah lebih terarah dalam merencanakan program yang berbasis penanggulangan kemiskinan sesuai dengan amanat money follow priority program. Terjadi sinergitas antara provinsi dan kabupaten/kota.

"Ini menjadi inovasi yang telah menunjukan manfaat yang signifikan terhadap pelayanan publik kepada masyarakat miskin," jelas Silangen.

Dalam presentasi itu, Sekprov didampingi

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ricky Toemanduk dan Kepala Biro Organisasi Glady Kawatu. (*/can)

Kirim Komentar