11 Jul 2018 15:13

Toga: Mengucap Syukur Sewajarnya

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM — Bulan ini, tiga kabupaten di Sulut berpengucapan syukur. Setelah Minggu (8/7) Kabupaten Minahasa Selatan, Minggu (15/7) giliran masyarakat di Minahasa Tenggara. Selain budaya, hal ini tentu berkaitan erat dengan agama. Untuk itu para tokoh agama (toga) di Sulawesi Utara (Sulut) menitipkan sejumlah pesan yang intinya meminta warga memaknai pengucapan syukur sewajarnya.

Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Pdt Dr Hein Arina mengatakan, pengucapan syukur bagian dari refleksi iman orang yang percaya dan dari segi kultural atau budaya adalah perilaku atau kebiasan untuk menerjemahkan pungucapan syukur itu sendiri. "Di Minahasa memang terbagi beberapa daerah dengan pemahaman yang sedikit berbeda-beda. Namun harus dipahami yang paling penting ialah bagaimana merefleksikan pengucapan itu secara teologis," ungkapnya.

Lanjutnya, ketika ucapan syukur ini direfleksikan secara teologis dan alkitabiah pasti maknanya akan tepat. "Mempersiapkan untuk menyambut tamu itu baik, tapi yang penting tidak berlebihan dan seperti kata firman Tuhan bersukacitalah dalam segala hal," kuncinya.

Sementara menurut Ketua Wilayah Kerapatan Gereja Baptis Indonesia (KGBI) Sulut Pdt Joy Lempas STh, melaksanakan pengucapan syukur bukan hanya karena mendapatkan panen saja, tapi bagaimana mengucap syukur karena kasih Allah yang selalu ada setiap saat. "Sangat beralasan kita mengucap syukur, apalagi ketika mendapat berkat yang melimpah," ujarnya.

Tambahnya, merayakan pengucapan syukur sebetulnya tidak salah yang penting tidak dengan berlebihan. Apalagi ketika kita menunjukkan sifat yang duniawi, seperti menyediakan minuman keras. "Prinsipnya adalah hadirnya Allah dalam setiap pengalaman hidup anak-anak Tuhan dan bagaimana pengucapan syukur ini membawa kemuliaan bagi nama Tuhan," tandasnya.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur mengatakan, pengucapan merupakan rasa syukur kepada Tuhan yang maha kuasa atas setiap nikmat, berkah yang Allah berikan. "Jadi wajar-wajar saja bahkan wajib sebagai umat untuk mengucap syukur, termasuk umat Islam," jelasnya.

Dia menambahkan, jika kita mengucap syukur, maka Tuhan akan menambahkan segala berkat kepada kita. Tapi ketika mengucap syukur dengan berlebihan, berpesta pora, pesta miras dan lain sebagainya itu yang tidak baik. "Mengucap syukur dengan sewajarnya, jangan sampai kita berutang hanya karena merayakan pengucapan tersebut," tandasnya. (tr-07/tan)

Kirim Komentar