11 Jul 2018 12:49

Sulut Makin Aman, Duet Waskito-Asadoma Diapresiasi

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM — 72 tahun Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hadir memberi rasa aman bagi masyarakat, termasuk di Sulawesi Utara (Sulut). Kinerja Polri pun layak diapresiasi, khususnya di bumi Nyiur Melambai. Polda yang dinakhodai Kapolda Irjen Pol Bambang Waskito dan Wakapolda Brigjen Pol Jhoni Asadoma ini mampu mewujudkan rasa aman. Meski tak dapat dibantah, kriminalitas di Sulut juga masih terjadi. Tapi persentasenya jauh berkurang. Jangankan Sulut, negara maju sekaliber Amerika Serikat pun, tetap masih ada kriminalitas.

Keamananan di Sulut dengan sinergitas Polda dan Forkopimda layak mendapat angka sembilan. Plus partisipasi masyarakat, semisal Manguni Lovers.

Contohnya pelaksanaan pesta demokrasi 2018. Ada enam daerah di Sulut yang menyelenggarakan pilkada serentak. Awalnya diprediksi Sulut rawan terjadi ‘chaos’. Namun hal itu sudah terpantau jelas Kapolda. Selaku penanggung jawab keamanan di Sulut, Polda mengerahkan kekuatan penuh. Tak tanggung-tanggung, Waskito mengerahkan hampir seluruh pasukannya turun di wilayah pelaksanaan pilkada.

Dan terbukti. Hingga berakhirnya pesta demokrasi, keadaan berjalan aman, lancar dan kondusif. Kesemuanya itu merupakan andil besar dari Polda yang bersinergi dengan TNI dan Forkopimda lainnnya.

Bukan hanya soal keamanan pesta demokrasi, serbuan puluhan ribu turis Tiongkok di Sulut, hampir tak pernah terdengar ada insiden. Ini modal dan investasi tak ternilai di bidang pariwisata. Mimpi Sulut menjadi ‘Bali kedua’ bukan lagi isapan jempol. Sebab Sulut aman dan nyaman. Terbukti berbagai iven bertaraf nasional dan international, Sulut sukses menjadi tuan dan nyonya rumah yang baik.

Bicara tentang keakraban. Di daerah lain marak terdengar kasus perkelahian antar TNI dan Polri. Berbeda dengan Sulut, keakraban TNI dan Polri begitu kental. Tak pernah terdengar insiden perkelahian antar korps berseragam tersebut. Program Panglima TNI, Kapolri, Kasad, Kasau dan Kasal, berjalan baik di daerah ini.

Prestasi demi prestasi terus mewarnai jajaran Polda Sulut. Hal itu seakan menjadi kado besar di HUT Bhayangkara ke-72 ini.

Bicara soal prestasi internal, Polri dalam upaya perbaikan dan peningkatan pelayanan terus dimaksimalkan. Termasuk pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Polda Sulut. Melalui Polres Minahasa Utara (Minut), Polda Sulut berhasil mengukir prestasi di akhir 2017 dengan meraih peringkat ke-4 se-Indonesia dalam kategori On The Spot pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Begitu juga dengan program Kapolri di bidang Quick Wins. Pelaksanaan seluruh program, Polda Sulut dinyatakan sebagai yang terbaik mengalahkan yang lain se-Indonesia. Bahkan hingga triwulan pertama tahun ini, Polda Sulut masih menduduki rangking 1.

Di Mabes Polri, Polda Sulut juga punya nama. Polda Sulut diganjar penghargaan Program Rencana Strategis (Renstra) Polri Terbaik periode 2017 oleh Mabes Polri. Penghargaan tersebut diserahkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian kepada Kapolda Sulut, Maret lalu.

Berkat kerja keras dalam memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat, Polda Sulut juga mendapatkan pengakuan dari Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Lewat Polres Bitung, Polda Sulut menerima penghargaan sebagai Role Model Penyelenggara Pelayanan Publik kategori “Baik Dengan Catatan” yang diserahkan Deputi Bidang Pelayanan Publik KemenPAN-RB Diah Natalisa.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil evaluasi terhadap 72 kabupaten/kota role model.

Prestasi Polda Sulut tak hanya sampai pada pengamanan dan pelayanan. Di bidang seni, Polda Sulut jangan dianggap enteng. Khusus di bidang kehumasan, Polda Sulut yang diwakili Polres Bitung sukses menjadi jawara di ajang kompetisi Police Movie Festival (PMF) ke-5 2018. Film pendek berjudul “Humanis” sukses menggaungkan nama Polda Sulut.

Sementara dalam hal penanggulangan gangguan keamanan, terjadi penurunan. Berdasarkan data Polda, terjadi gangguan keamanan sebanyak 9.951 kasus di 2017, turun dari sebelumnya 11.346 di 2016, 11.298 di 2015 dan 11.845 di 2014. Sedangkan untuk semester pertama tahun ini, Polda Sulut menangani sebanyak 4.915 kasus gangguan keamanan.

Kasus terbanyak yang ditangani yaitu penganiayaan. Di 2017, Polda Sulut dan jajaran sudah menangani sebanyak 1.500 kasus aniaya biasa dan 553 kasus aniaya berat (anirat). Sedangkan hingga medio tahun ini, Polda Sulut dan jajaran telah menanganai kasus aniaya biasa sebanyak 771 kasus dan anirat sebanyak 430 kasus.

Bagaimana soal kemacetan? Di mana-mana, daerah yang berkembang diwarnai masalah macet. Hanya saja, Polda Sulut khususnya Polresta Manado sangat maksimal mengatasinya. Pembatas jalan disingkir ke tepi. Pun kendaraan ceper dilarang lalu lalang.

Pelayanan kepada masyarakat yang melapor makin baik. Di Polresta Manado sudah ada Sentra Pengaduan yang modern. Pengadu bisa melihat dengan mudah dan sederhana laporannya sudah sampai di mana.

Paling fenomenal, masalah pemberantasan narkoba. Banyak kasus sukses dibongkar. Dari internal polisi, pejabat, anggota dewan, hingga wartawan.

Reformasi Polri di Sulut berjalan baik. Makin berkurang oknum polisi yang merusak citra institusi. Dua jempol patut diberikan untuk rekrutmen polisi. Bila tahun-tahun sebelumnya sarat KKN, kini tidak lagi. Anak kuli bangunan pun bila memenuhi syarat alias meraih ranking tertinggi, bisa mulus diterima tanpa KKN.

Pejabat polisi pun kini makin merakyat. Mereka berbaur dengan masyarakat. Bahkan, kerap kali terlihat Kapolres turun tangan menangani kecelakaan lalulintas. Keakraban pun tercipta.

Kemajuan Polda Sulut juga tak lepas dari masukan stakeholder dan masyarakat. Kritikan-kritikan dari pengamat hukum juga membangun kinerja Polda Sulut.

Akademisi Adi Tirto, sebagai masyarakat, menaruh harap kepada pihak kepolisian untuk terus mewujudkan rasa aman. Dia juga mengapresiasi kinerja Polda Sulut yang makin baik.

“Untuk itu, diharapkan ke depannya Polda Sulut terus meningkatkan kinerja pengamanan, baik dari sisi Kamtibmas maupun lalu lintas jalan. Terus tingkatkan razia penyakit masyarakat, razia minuman keras dan narkoba. Terutama di tempat-tempat rawan maupun di acara-acara yang sampai larut malam, karena di situ sumber kerawanan. Berikan pengertian kepada masyarakat agar peduli lingkungan, terutama tamu dan orang asing yang baru menempati suatu lingkungan masyarakat. Tingkatkan operasi intelijen kepolisian untuk mengawasi dan mengantisipasi kelompok-kelompok  radikal dan intolerans,” bebernya.

Senada, pengamat hukum Toar Palilingan mengatakan, hingga saat ini Polda Sulut bersama jajaran cukup membuat masyarakat merasa aman. Terutama dari ancaman kejahatan jalanan seperti premanisme.

“Terbukti dengan pernah mendapat penghargaan langsung dari Kapolri. Jadi walaupun masih ada kasus-kasus namun lebih dikarenakan sifat serta karakter pelaku kejahatan yang merupakan penjahat kambuhan atau residivis,” sebutnya.

Dia menambahkan, Polda juga pernah mendapat penghargaan dalam hal penguatan kelembagaan. Dengan deretan penghargaan itu, dia berharap, penanganan kasus ke depan makin memberi jaminan kepastian hukum. “Terutama kasus-kasus yang sudah lama ditangani namun tidak selesai-selesai. Bravo buat Polda Sulut,” pungkasnya.

Dukungan Forkopimda juga terus mengalir. Polda Sulut diharapkan terus meningkatkan sinergitas dalam segala aspek.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Madsuni mengatakan, sinergitas Polda Sulut dengan Kodam XIII/MERDEKA sangat baik. Hal itu tercermin dalam setiap kegiatan pengamanan.

“Dimana TNI dan Polri selalu solid dan sinergis dalam melakukan tugas pengamanan. Misalnya pam pilkada serentak, pam VVIP, pengamanan pulau pulau terluar dan perbatasan,” ujarnya.

Sinergitas TNI dan Polri juga telihat hingga level terendah yaitu Babinsa dengan Babinkamtibmas. “Sinergitas TNI Polri adalah harga mati yang tidak boleh dipisahkan dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” pungkas Pangdam.

Senada dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut M. Roskanedi. Menurutnya, sinergitas Kejati dengan Polda Sulut terjalalin baik. “Diharapkan di HUT ke-72 ini, Polda Sulut terus dan tetap menjalin hubungan yang baik dengan Kejati. Baik dalam penegakan hukum, terutama dalam penanganan perkara pidana umum dan pidana khusus,” pungkasnya.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) juga memuji kinerja Polda Sulut. Menurutnya, semua program pemerintah daerah selalu didukung dengan pengamanan maksimal oleh Polda. Apalagi mengenai program investasi daerah.

"Tentu kita terus berterima kasih dengan kinerja Polri di bumi Nyiur Melambai ini. Polri selalu mendung semua program dalam rangka memajukan daerah ini. Kita juga berharap, dengan memperingati hari Bhayangkara ini. Sinergitas antara pemerintah dan pihak kepolisian semakin terjaga," jelasnya.

Sampai sekarang, lanjut OD, kondusifitas daerah selalu dijamin pihak kepolisian. Hal ini sangat penting. Karena dengan daerah aman maka program prioritas pariwisata akan semakin berjalan baik.

"Kan kalau daerah ini kondusif, maka semua tamu yang datang ke daerah ini akan samakin nyaman. Ini bisa terjadi berkat peran penting pihak kepolisian. Dan masyarakat tidak boleh melupakan itu. Saya harap, masyarakat, pemerintah dan pihak kepolisian akan sejalan dalam pembangunan daerah," tuturnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw juga mengapresiasi kinerja kepolisian di Sulut. Menurutnya, semua pimpinan kepolisian yang menjabat di Sulut mampu menjaga sinergitas dengan pemerintah setempat.

"Kita memang mengapresiasi tindakan kepolisian sekarang ini. Semua jenis investasi kita memang dilindungi sesuai dengan regulasi yang berlaku. Jadi kita terus berharap agar sinergitas ini tetap berjalan dengan baik," tuturnya.

Kandouw berharap, di hari Bhayangkara ini kinerja Polda dalam mengayomi masyarakat dapat terus ditingkatkan. “Semoga Polri terlebih khusus di Sulut bisa semakin kuat dan solid,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolda Waskito berjanji akan terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sulut. Meski diungkapkannya, masih banyak kekurangan, namun jajarannya akan terus berbenah diri.

“Masih banyak tugas kerja serta tantangan yang akan dihadapi Polda Sulut ke depan. Untuk itu, di HUT Bhayangkara ke-72, Polda Sulut akan terus bertekad memperbaiki diri untuk lebih profesional, modern dan dipercaya masyarakat Sulut,” sebutnya.

Untuk itu, Waskito mengharapkan dukungan seluruh lapisan masyarakat. “Tentunya diharapkan dukungan oleh seluruh lapisan masyarakat, sesuai dengan tema yang diangkat yaitu ‘Dengan Semangat Promoter, Polri Bertekad Mengamankan Agenda Kamtibmas kedepannya. Dirgahayu Polri ke-72,” aku Kapolda. (rgm/can)

 

 

Kirim Komentar