11 Jul 2018 14:03

Kekerasan Anak di Bolmong Meningkat, 39 Jadi Korban

MyPassion
Farida Moodutu

MANADOPOSTONLINE.COM — Kasus kekerasan anak di bawah umur semakin meningkat di Kabupaten Bolmong. Pasalnya, dua tahun terakhir sudah 39 anak korban kekerasan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Bolmong Farida Moodutu, Selasa (20/7), kemarin.

Menurut dia, untuk data kasus kekerasan terhadap anak pada 2017 lalu sebanyak 27 orang. "Tahun 2018 sebanyak 12 kasus. Jadi total semua 39 kasus,” katanya.

Dia menjelaskan, kekerasan terhadap anak dibawa umur disebabkan beberapa faktor. Salah satunya dari lingkungan sekitar. “Belum lama ini terjadi kekerasan anak berusia 2 tahun yang dilakukan oleh tetangga yang juga termasuk keluarga korban. Hanya karena anak tersebut mengacak-acak cengkih, langsung dipukul dengan batang sapu diwajah sang anak. Mengakibatkan wajah sang anak rusak. Dan saat ini sudah sementara diproses di Polsek Bolaang," ucapnya. 

Dia juga meminta orangtua, selalu kontrol emosi. Jangan sampai memukul anak untuk hal sepele. Karena anak itu butuh bimbingan dan mereka tidak tau apa-apa. "Saya berharap orangtua lebih tahu membawa diri. Jadilah orangtua yang bisa jadi contoh bagi anak-anak,” katanya.

Dia mengimbau, agar orangtua khususnya ibu-ibu jangan mudah percaya dengan orang terdekat. Apalagi yang memiliki anak perempuan. Agar tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kekerasan pada anak terjadi, karena ada kesempatan. Dan itu pun dilakukan oleh orang terdekat," tegasnya, bersama Kabid Perlindungan Anak Lidya Dondoh. (cw-03/ite)

Kirim Komentar