11 Jul 2018 19:13

Ahok Bebas dari Penjara pada Agustus? Ini Syaratnya

MyPassion
Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Dok. JawaPos.com)

MANADOPOSTONLINE.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan segera menghirup udara segar di luar penjara. Namun, rencana Ahok untuk bebas dari penjara Mako Brimob ada syaratnya.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) telah mengakui sesuai dengan perhitungan masa tahanan, Ahok bisa bebas pada bulan Agustus 2018. Namun, bebasnya Ahok hanya dapat dilakukan dengan program pembebasan bersyarat (PB). 

"Bisa (PB), cuman sekali lagi perlu diluruskan bukan hanya Pak Ahok tapi semua napi punya hak untuk keluar atau mengikuti program pembebasan bersyarat (PB). Tapi kan ada aturan dan syarat administrasi yang harus dipenuhi," tutur Kasubag Publikasi Humas Ditjen Pas Rika Apriani dilansir JawaPos.com, Rabu (11/7).

Rika menerangkan program PB dilihat dari perhitungan khusus, yaitu bisa dinyatakan kalau dapat melengkapi atau melewati proses-proses. Salah satunya, telah menjalani dua pertiga masa tahanannya. "Jadi kalau pas di Agustus ya bebas disitu, cuman ada syarat-syarat yang mesti dilengkapi oleh keluarga Ahok misalnya menyertakan surat menjamin," terang Rika.

"Karena PB ini bukan bebas murni, dia masih menjalankan tapi di luar dengan masih wajib lapor," tambahnya.

Bahkan, pihak Ahok harus menyertakan surat dari perangkat daerahnya seperti Lurah, RT, RW yang menunjukkan bisa menjamin Ahok di tempat kembali berkegiatan. Agar selama bebas bersyarat, Ahok tidak akan melakukan tindakan pidana yang sama atau yang lain. "Jika terjadi lagi, dia harus masuk lagi menjalankan masa tahanannya kembali ditambah satu tahun," tegasnya.

Untuk saat ini, Rika mengatakan, belum ada pihak Ahok yang mengurus terkait program PBnya. "Belum ada sih, intinya jika beliau (Ahok) memenuhi persyaratan pasti kita programkan pembebasan bersyarat, karena kita juga ingin orang keluar dari sini," pungkasnya.

Perlu diketahui, Ahok divonis pada 9 Mei 2017 dengan hukuman 2 tahun penjara. Dirinya dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. (jpc/mpo)

Kirim Komentar