10 Jul 2018 13:04
37 Lainnya Menunggu Konfirmasi Konjen

Tiga WNA Filipina Dideportasi

MyPassion
Manihuruk

MANADO—Usai menyerahkan diri pekan lalu, akhirnya Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Tahuna sementara memproses pemulangan tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina. Ketiga WNA yang adalah satu keluarga tersebut, yakni Tommy Kapitan Dad (56), Sherley Julio (50) dan Mark Kiven Dad (11), sudah sekira 10 tahun menetap di Nusa Utara, tanpa kependudukan yang jelas.

Kepala Kanim Kelas II Tahuna James Sembel mengatakan, ketiganya menyerahkan diri didampingi Koramil Nusa Tabukan Sabtu pekan lalu. “Benar mereka bertiga merupakan warga negara Filipina yang sudah sekira 10 tahun tinggal di Wilayah Nusa Tabukan, Kabupaten Tahuna. Saat dibujuk mereka mengaku sudah sangat betah tinggal di Tahuna (Indonesia) sehingga dengan berat hati untuk dipulangkan. Tapi itu sudah prosedurnya, jadi harus kita pulangkan," tegas Sembel saat ditemui di Divisi Imigrasi Kantor Perwakilan (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut.

Lanjut Sembel, ketiga WNA tersebut diketahui berawal dari pendataan Kanim Imigrasi kepada warga yang diduga adalah WNA asal Filipina. “November 2017 lalu, kami melakukan pendataan kepada warga yang diduga adalah WNA asal Filipina. Kita ambil data semuanya kemudian kita kirim ke Konjen Filipina untuk mengkonfirmasi status kewarganegaraan mereka. Juni kemarin, pihak konjen mengatakan bahwa benar tiga orang tersebut warga mereka,” jelasnya.

Ditambahkan Sembel, sekira 40 orang diduga WNA asal Filipina yang terdata saat itu. “Tetapi, baru ketiganya itu yang sudah dikonfirmasi. Sisanya, belum ada konfirmasi, jadi masih menunggu,” ungkapnya.

Saat ini ketiga WNA tersebut sementara dalam tahap pengurusan administrasi sebelum dipulangkan. “Mereka datang tidak memiliki dokumen sama sekali, sehingga kita sampaikan ke konjen Filipina untuk dlakukan pemulangan. Saat ini mereka dalam proses administrasi pemulangan. Untuk sementara ketiganya masih ada di Tahuna. Saat sudah lengkap administrasinya, mereka akan dikirim ke Rudenim Manado untuk selanjutnya dilakukan pemulangan atau deportasi ke negara asal,” tandasnya.

Sementarai itu, Kadiv Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sulut Manihuruk, untuk proses pemulangan WNA butuh waktu dan tahapan. “Jadi tidak serta merta mengaku WNA negara mana kemudian langsung dipulangkan. Ada tahapannya. Seperti dalam kasus ini, kita harus melakukan konfirmasi ke pihak Konjen Filipina, apakah benar merupakan warga negara meraka atau bukan,” ujarnya.

Setelah mengetahui mereka itu warga Filipina, tambah Manihuruk, pihak imigrasi menyampaikan perihal administrasi pemulangan kepada Konjen negara tersebut. “Sehingga pihak Konjen bisa menghubungi keluarga mereka untuk diatur akomodasinya termasuk tiket pulangnya. Jadi memang butuh tahapan yang cukup memakan waktu sampai akhirnya bisa dideportasi ke negara asalnya,” pungkas Manihuruk.(***)

 

Kirim Komentar