10 Jul 2018 13:13

Tiga Jam Diinterogasi Panwas Minahasa, Kandouw: Tak Ada Ajakan Memilih Paslon

MyPassion
PENUHI PANGGILAN: Wagub Drs Steven Kandouw didamping Kepala Biro Hukum Setprov Grubert Ughude ketika dimintai keterangan oleh Panwas Minahasa, kemarin.

MINAHASA—Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Minahasa memanggil Wagub Drs Steven Kandouw, Senin (9/7) kemarin. Sekira tiga jam, wagub yang juga Ketua Komda Lansia Sulut ini diperiksa Panwaslu terkait dugaan money politics ketika berkunjung di Kecamatan Mandolang beberapa waktu lalu dan membagikan uang pada lansia.

Saat dikonfirmasi, Kandouw mengatakan kehadirannya guna memenuhi undangan klarifikasi terkait laporan masyarakat. Di mana laporan itu mengenai dugaan aksi bagi uang dalam kegiatan masyarakat Nusa Utara di Kecamatan Mandolang beberapa waktu lalu. “Kehadiran saya ketika itu sebagai wagub dan Ketua Komda Lansia Sulut. Saya juga bukan bagian dari tim sukses pasangan calon di Pilkada Minahasa," ungkapnya.

Selain itu menurutnya, jika dirinya hanya membantu uang transportasi kepada  lansia berusia minimal 70 tahun. “Saat itu tak ada ajakan memilih salah satu paslon,” tegasnya. "Saya sudah menjelaskan semuanya dan kehadiran ini untuk menghormati Panwaslu sebagai institusi resmi yang dilindungi undang-undang," tambah Wakil Ketua PDI-P Sulut ini.

Ketua Panwaslu Minahasa Donny Rumagit tak menampik akan hal tersebut. Dikatakannya jika hal itu adalah tindak lanjut dari laporan dugaan pelanggaran pidana politik uang. "Kehadiran wagub berstatus sebagai terlapor," jelasnya. Dijelaskan Rumagit, jika dalam proses selanjutnya terbukti melakukan hal tersebut maka bisa dikenakan pelanggaran Pidana.

Dimana hal itu diatur berdasar pasal 187 Undang-undang nomor 10 tahun 2016 dengan sanksi pidana penjara dan atau denda. Selain Kandouw, dikatakannya turut diambil klarifikasi sejumlah pejabat seperti Asisten 1 Pemprov Sulut Edison Humiang.(tr-09/gel)

Kirim Komentar