10 Jul 2018 08:44

Kasus DOKA! KPK Klarifikasi Perempuan Kelahiran Manado Soal Aliran Dana

MyPassion
Steffy Burase. (Instagram @steffyburase)

NAMA Steffy Burase mencuat dalam kasus dugaan korupsi dana otonomi khusus Provinsi Aceh. Ia diduga mengetahui aliran dana dugaan penyuapan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, yang saat ini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lalu, siapa sebenarnya pemilik nama lengkap Fanny Steffy Burase ini?

Perempuan kelahiran Manado Mei 1983 ini, merupakan mantan pramugari di beberapa maskapai swasta. Steffy kemudian meneruskan kariernya di dunia modeling. Di akun instagramnya, ia menulis keahliannya. "Steffy Burase MC, moderator, TV host," tulis perempuan berhijab ini.

Foto-foto yang dia upload, kebanyakan gayanya berhijab. Steffy diketahui aktif di komunitas lari maraton dan kerap mengisi beberapa gelaran maraton internasional. Termasuk untuk perlombaan lari Aceh Marathon 2018 yang digelar di Pulau We, Sabang, Aceh, yang rencananya dilaksanakan 29 Juli mendatang. Dia juga banyak mengunggah foto-foto dengan banyak tokoh terkenal.

Steffy diketahui jadi salah satu dari empat orang yang dicekal KPK terkait kasus dugaan suap terhadap Irwandi. Steffy diduga memiliki kedekatan khusus dengan sang gubernur. "Terhadap saksi ketiga (Steffy, red), ada informasi terkait aliran dana yang perlu diklarifikasi dan pertemuan-pertemuan dengan tersangka yang relevan dengan perkara ini," ujar Jubir KPK Febri Diansyah.

Febri melanjutkan, KPK terus mendalami bukti-bukti dalam kasus dugaan rasuah di Aceh. Salah satunya terkait pertemuan-pertemuan dan komunikasi para tersangka yang diamankan melalui operasi tangkap tangan (OTT) itu. 

Sejak awal katanya, bukti tentang pertemuan-pertemuan itu telah diendus KPK. Pertemuan itu tentang pembahasan anggaran dana otonomi khusus Aceh (DOKA). Dalam pertemuan itu muncul pembicaraan tentang "kewajiban" yang harus diselesaikan jika ingin DOKA tersebut turun. 

"Diduga kata kewajiban tersebut mengacu pada komitmen fee yang dibicarakan oleh pihak yang terkait dalam kasus ini," jelasnya, kemarin (9/7). Seperti diberitakan, ada transaksi Rp 500 juta yang diduga bagian dari komitmen fee Rp 1,5 miliar yang direalisasikan untuk Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Aliran dana itu yang nantinya akan dikonfirmasi kepada saksi-saksi yang dicegah ke luar negeri. Khususnya Steffy. 

Selain bukti itu, KPK juga sempat menemukan kalimat: "kalian hati-hati, beli HP nomor lain", dalam komunikasi tersebut. "Kami duga hal tersebut muncul karena ada kepentingan yang sedang dibicarakan sehingga khawatir diketahui oleh penegak hukum," beber Febri

Uraian komunikasi itu, kata Febri, mempertegas indikasi korupsi dalam perkara yang menyeret Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi tersebut. Dengan penegasan itu, KPK menegaskan penetapan 4 tersangka itu murni bagian dari proses hukum. "Perlu kami tegaskan bahwa semua proses yang dilakukan KPK saat ini adalah proses hukum semata," terangnya.(jpg/tan)

Kirim Komentar