10 Jul 2018 09:51

Gejolak Internasional Pengaruhi Bursa Saham Sulut

MyPassion
Ilustrasi

MANADO—Perang dagang yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok nyatanya berpengaruh terhadap bursa saham Indonesia. Termasuk di Sulut. Kepala Kantor PT Bursa Efek Indonesia-Kantor Perwakilan Manado Fonny The mengatakan, dampak ke Indonesia yaitu dalam jangka menengah. “Ekspor Indonesia ke Tiongkok and AS juga akan melemah seiring dengan efek perang dagang atau tarif impor yang ada antara mereka,” jelasnya.

 

Langkah Amerika terhadap Indonesia juga dinilainya akan turut mempengaruhi pergerakan saham Indonesia. “Benar apalagi sekarang Donald Trump tengah mengambil ancang-ancang untuk mencabut beberapa perlakuan khusus yang diberikan AS kepada Indonesia, ini tentu akan juga berpengaruh, yaitu dengan mencabut GSP (Generalized System of Preferences) bagi beberapa produk yg diekspor indonesia,” bebernya.

Dia pun berharap, investor dapat cermat dalam memilih kemana ia berinvestasi. “Dengan situasi seperti ini, pastinya pelaku pasar modal akan dan harus lebih berhati-hati untuk transaksi. Karena harus wait and see untuk melihat perkembangan ekonomi internasional maupun makro ekonomi indonesia,” ucapnya.

Ia pun optimis, pemerintah bisa mengambil langkah strategis guna mengantisipasi pergerakan ekonomi yang bisa terjadi kedepannya. “Benar kami masih optimis demikian sehingga bisa meyakinkan investor terhadap makro ekonomi Indonesia khususnya di Sulut,” pungkasnya.

Terkait hal ini, Ekonom Sulut Robert Winerungan mengungkapkan, secara langsung hal ini tidak banyak berpengaruh terhadap bursa saham di Indonesia apalagi Sulut. “Hal ini berpengaruh secara tidak langsung terhadap pergerakan bursa Indonesia. Karena, banyak perusahaan di Tiongkok bukan milik mereka, jadi kalau barangnya menjadi mahal berarti akan tidak laku di sana, begitu sebaliknya, ada kemungkinan investor asing di Tiongkok untuk lari ke Indonesia,” ungkapnya.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unima ini melanjutkan potensi ekonomi di Sulut artinya, kemajuan ekonomi di sini akan berpengaruh terhadap pilihan investor asing. “Asia Tenggara akan menjadi tujuan investasi dari mereka dan Sulut memiliki potensi untuk itu dengan program pemerintah yang ada baik dari sektor pariwisata dan KEK Bitung,” jelas Winerungan. (tr-05/fgn)

 

Kirim Komentar