10 Jul 2018 14:34

Bekerja di Lokasi Pertambangan, Diduga Ada Perusahaan Selundupkan TKA di Mitra

MyPassion
Ilustrasi.(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Sejumlah tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal Tiongkok diduga diperkerjakan di beberapa lokasi tambang di Kabupaten Mitra. Bahkan ditengarai para TKA ini diselundupkan perusahaan-perusahaan tambang yang terdata ilegal. 

Hal ini diakui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) melalui Kabid Penempatan Tenaga Kerja Munira Ali,  Senin (9/7). Dia mengatakan, banyak TKA tidak melapor namun bekerja di sejumlah lokasi tambang di Ratatotok. "Kami sudah sering dapatkan laporan ini. Ternyata TKA bekerja di tambang yang juga tidak terdata secara sah di Disnakertrans Mitra. Namun saat kami lakukan sidak, para TKA ilegal tidak ada di lokasi pertambangan," ungkapnya. 

Dari data yang ada, menurut Munira, hanya tiga TKA asal Tiongkok yang melapor. Namun ketiganya telah dipulangkan karena sudah habis masa berlaku dokumen perizinan. "Jadi kalau untuk akhir-akhir ini ada laporan TKA bekerja di sejumlah tambang, itu memang ilegal. Sejak 2017 tak ada laporan TKA sah bekerja di Mitra," tambahnya.

Sementara itu, Kabid Syarat Kerja dan ESDM  Andre Rumbay mengakui para perusahaan yang memperkerjakan TKA tersebut tercatat ilegal. Dikarenakan dari data Disnakertras hanya BLJ yang tercatat secara sah. "Sudah pernah kedapatan adanya TKA asal Tiongkok yang bekerja di tambang ilegal.  Namun para TKA tersebut memiliki dokumen kerja yang sah. Sehingga kami tak bisa memproses lebih lanjut," bebernya. 

Hukum Tua (Kumtua) Ratatotok Satu Stin Porajow mengakui adanya TKA yang bekerja di beberapa lokasi pertambangan. Karena beberapa waktu lalu sekira tujuh TKA melapor. Namun untuk saat ini para TKA tersebut sudah tidak lagi berada di lokasi pertambangan. "Setahu saya sudah ada TKA dipulangkan," ujarnya. Selain itu, lanjut Stin, ada TKA tersebut mempunyai data kependudukan alamat Jakarta. Tapi juga ada yang asing berasal dari Tiongkok. "Itu sekira tahun 2016 mereka datang melapor. Sedangkan tahun ini apakah masih ada atau tidak, saya belum tahu pasti," tandasnya.(cw-01/gel)

Kirim Komentar