10 Jul 2018 17:00

Bawa Indonesia di Posisi Kedua Tingkat ASEAN, Jurnal Ilmiah Unima Meningkat

MyPassion
Paulina Runtuwene

MANADOPOSTONLINE.COM—Publikasi dan jurnal ilmiah dosen Universitas Negeri Manado (Unima) mengalami peningkatan. Bahkan, telah mampu memberikan kontribusi peningkatan posisi publikasi ilmiah Indonesia di tingkat ASEAN per 22 Juni 2018 berdasarkan data SCOPUS, menjadi posisi kedua di bawah Malaysia dan telah mampu melewati Singapura di posisi ketiga.

Hal ini diungkapkan Rektor Unima Prof Paulina Runtuwene, dalam acara Sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Manado, di halaman depan Kantor Pusat Unima, Kampus Tondano serangkaian Wisuda Lulusan Magister (S2), Sarjana (S1) dan Diploma (S0) Semester Genap Tahap II Tahun Akademik 2017/2018, Senin (9/7).

“Unima bisa berbangga untuk capaian peningkatan relevansi dan produktivitas riset dan pengembangan yang nyata lewat indikator jumlah publikasi nasional dan internasional (SINTA, Science and Technology Index) yang mengalami peningkatan sangat besar, dari tahun-tahun sebelumnya,” beber Runtuwene.

Lanjutnya, jumlah sitasi karya ilmiah dan hak kekayaan intelektual juga sangat tinggi.  “Apresiasi dan terima kasih, saya sampaikan kepada dosen-dosen yang dengan segala daya (termasuk dana pribadi, red) meningkatkan publikasi dan jurnal ilmiah,” tandasnya 

Diungkapkannya pula, Unima telah banyak melakukan re-orientasi kurikulum untuk penguatan penelitian yang berorientasi pada Revolusi Industri 4.0. Sebagai contoh, di tahun 2018, Unima masuk dalam 16 universitas penerima dana inovasi industri yang menghasilkan produk berbasis industry. “Sejalan dengan tujuan strategi Kementerian Ristekdikti dalam meningkatkan relevansi, kuantitas, dan kualitas Pendidikan Tinggi untuk keunggulan daya saing bangsa,” sambungnya.

Karenanya, Unima serius mempersiapkan lulusan yang mampu menjadi pemain utama pada era revolusi ini. Lulusan yang memiliki kemampuan lintas sektoral dan mind set yang melebihi keahlian teknis, untuk menghubungkan disiplin keilmuan dengan sektor industri. “Lulusan yang mampu menjadi spesialis, integrator dan inovator ide serta teknologi di sektor publik, swasta dan akademik,” kuncinya. (flp)  

Kirim Komentar