09 Jul 2018 14:22
Modus Via Medsos, Iming-iming Gaji Besar

Waspada Perekrutan PMI Ilegal

MyPassion
Hard Merentek

MANADO—Modus perekrutan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal tengah marak di Sulawesi Utara (Sulut). Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Manado melalu tim Satgas Pencegahan dan Penindakan PMI Ilegal telah menerima sejumlah laporan.

“Kami telah menerima beberapa laporan dan juga bukti terkait lowongan kerja ke luar negeri yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini akan kami telusuri sampai ke akarnya,” ujar Hard Merentek, Kepala BP3TKI Manado, pekan lalu.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan imigrasi dan kepolisian untuk menindak oknum yang terlibat.

"Saat ini modus perekrutan PMI ilegal telah menyentuh media sosial yang notabene mempunyai berjuta pengguna. Dengan iming-iming gaji besar, cepat berangkat dan gratis, para oknum yang tidak bertanggung jawab ini berusaha menarik perhatian dari masyarakat agar mau bekerja ke luar negeri,” bebernya.

Pelaku bahkan menggunakan nama perusahaan agar terkesan resmi. Padahal menurutnya, perusahaan tersebut belum terdaftar dan tidak mempunyai izin melakukan perekrutan tenaga kerja. “Khususnya tenaga kerja untuk bekerja ke luar negeri,” ungkap Marentek.

Dia mengatakan, menurut UU Nomor 18 Tahun 2017 mengenai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pasal 69 dengan jelas menyebutkan, orang perseorangan dilarang melaksanakan penempatan pekerja migran Indonesia. Penempatan pekerja migran haruslah dilakukan perusahaan berbadan hukum yang telah memperoleh izin tertulis dari menteri.

"Maka dari itu, untuk mengetahui apakah perusahaan yang melakukan perekrutan PMI tersebut telah terdaftar secara resmi di pemerintah, diimbau masyarakat untuk menghubungi Dinas Tenaga Kerja setempat atau BP3TKI Manado,” katanya.

Dia juga meminta masyarakat tidak langsung percaya ketika menerima informasi mengenai lowongan pekerjaan ke luar negeri. “Pastikan dulu keabsahan perusahaan yang merekrut tersebut. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta sebagai perlindungan diri. Jangan sampai niat mulia kita untuk bekerja malah dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab,” tutupnya. (selvina/can)

Kirim Komentar