09 Jul 2018 13:19

Stok Obat dan Pelayanan Ambulance Puskesmas Dikeluhkan, Dinkes Sangihe Pastikan Bakal Turun Langsung untuk Memeriksa

MyPassion
Jopy Thungari

MANADOPOSTONLINE.COM—Kekurangan obat di puskesmas dan tak optimalnya pelayanan ambulance, kembali dikeluhkan. Meski keluhan itu pernah disampaikan saat dialog bersama pimpinan daerah dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam kegiatan Me’Daseng, nyatanya masalah tersebut masih berlanjut.

NM Manamuri, seorang warga Sangihe mengaku tak ada stok obat ketika dia berobat di salah satu Puskesmas, terpaksa ia harus membeli obat sendiri di apotek dan harus mengeluarkan biaya lebih banyak. Tak hanya masalah kekosongan obat, minimnya mobil ambulance juga turut dikeluhkan warga.

“Jika ada warga dari kampung yang jauh seperti dari Kecamatan Tamako ataupun Mangsel misalnya, yang akan dirujuk ke rumah sakit, maka keluarga pasien terpaksa harus menggunakan angkutan umum atau taksi gelap (sewa mobil plat hitam) ke RS di Tahuna,” jelasnya.

Terkait adanya ambulance milik partai politik, unsur generasi muda Sangihe RP Serang berharap, bantuan ambulance parpol dan caleg jangan hanya digunakan saat ada momen pemilu.

“Yah syukur kalau ada ambulance parpol dan caleg yang banyak, tapi pemerintah jangan hanya menonton, sebaliknya segera merealisasikan pengadaan ambulance yang katanya sudah diusulkan,” sorotnya.

Soal permasalahan ini, Kadis Kesehatan Sangihe Dr Jopy Thungari saat dikonfirmasi, tak menepis keluhan minimnya obat di Puskesmas. Namun ia mengaku sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari puskesmas.

“Terkait apa yang disampaikan masyarakat melalui medsos, kami memastikan akan ada petugas yang akan turun ke puskesmas untuk mengecek, apa yang jadi kendala dan kekurangan di sana,” tandas Tunghari.(wan/gnr)

Kirim Komentar