09 Jul 2018 13:32

Realisasi per Juni 797 Juta, Pajak Restoran di Kotamobagu Bisa Capai 2 Miliar

MyPassion
Inontat Makalalag

MANADOPOSONLINE.COM—PAD dari pajak restoran, ditargetkan capai Rp 2 miliar sampai akhir tahun. Untuk realisasi per Juni, dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Kotamobagu Inontat Makalalag, mencapai Rp 797 juta. Sementara pajak hotel, dari target yang ditetapkan Rp 850 juta, saat ini baru Rp 382 juta.

“Ini merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) penerimaan dari pungutan pajak, retribusi daerah, serta sektor lainnya. "Salah satunya pajak hotel dan restoran yang merupakan pajak daerah yang dipungut Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Kotamobagu," terangnya.

Kata Inontat, peningkatan dari sektor restoran dan hotel dikarenakan Kota Kotamobagu menjadi salah satu daerah tujuan yang ada di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Apalagi Kotamobagu yang merupakan calon ibu kota Provinsi BMR memberikan dampak positif bagi pengusaha rumah makan dan hotel.

"Penarikan pajak restoran menyesuaikan tarif penjualan yang dimiliki tiap pengusaha rumah makan maupun warung-warung. Kita kenakan pajak 10 persen dari omzet penjualan mereka. Sementara sektor pajak yang dipungut terdapat 11 item, terdiri dari pajak hotel, restoran, reklame, penerangan jalan, hiburan, mineral bukan logam, PPB Perkotaan, PBB Perdesaan, serta Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)," jelasnya.

Dirinya mengakui, upaya ini dilakukan guna untuk menggali potensi yang ada untuk menambah PAD. Memang masih ada salah paham di kalangan masyarakat terutama pemilik warung makan. Pajak yang dikenakan 10 persen, tidak dikeluarkan melalui pemilik warung. Tetapi, dibayar melalui pembeli yang makan di warung atau restoran tersebut.

"Misalnya, di restoran harga nasi goreng satu porsi Rp 20 ribu, kena pajak 10 persen berarti dijual Rp 22 ribu. Ketika pembeli harus mengeluarkan biaya Rp 22 ribu kepada pemilik restoran atau warung, sedangkan Rp 2 ribu itu merupakan pajak yang harus dibayarkan," katanya.

Dia juga mengatakan, sektor pajak hotel dapat mendongkrak PAD Kota Kotamobagu. "Meskipun belum terlalu besar pendapatan yang diperoleh, tetapi jumlah pendatang yang ke Kota Kotamobagu cukup signifikan," pukasnya.

Perlu diketahui, pungutan pajak restoran berdasarkan peraturan daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2012 tentang pajak-pajak daerah. Sesuai perda tersebut, yang dikenakan pajak mencakup restoran, usaha rumah makan. "Bila hal tersebut tidak dipatuhi pengusaha rumah makan, bakal ada sanksi yang diberikan," tutupnya.(tr-06/tan)

Kirim Komentar