09 Jul 2018 14:46

Lestarikan Bahasa Daerah, Pemkab Mitra Upayakan Masuk Kurikulum

MyPassion
Djelly Waruis

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemerintah Minahasa Tenggara (Mitra) akan terus melestarikan bahasa daerah. Untuk itu, pemerintah akan memasukkan pelajaran bahasa daerah dalam mata pelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Djelly Waruis mengatakan, pihaknya terus mengupayakan supaya memasukkan seluruh bahasa daerah. Namun untuk saat ini baru bahasa pasan yang sudah dimasukkan ke dalam kurikulum pelajaran. "Itu dilihat dari berdasarkan prioritas mengingat bahasa Pasan yang hampir punah. Sehingga dimasukkan ke dalam kurikulum pelajaran," ujarnya.

Begitu pun dengan bahasa Ponosakan yang nyaris punah, juga direncanakan untuk dimasukkan ke dalam kurikulum pelajaran. Namun, pihaknya tetap masih menunggu penyelesaian pembuatan kamus bahasa Ponosakan. Serta beberapa kajian yang merupakan syarat untuk masuk ke kurikulum. “Untuk bahasa Ponosakan kami masih harus selesaikan syarat, untuk dimasukkan ke dalam kurikulum," tandasnya.

Sedangkan untuk bahasa Tonsawang, lanjut Waruis, tetap akan dimasukkan ke dalam mata pelajaran. “Kami upayakan semuanya. Namun untuk bahasa Tonsawang, saat ini masih banyak penuturnya. Bahkan sampai anak-anak masih banyak yang menguasai bahasa Tonsawang,” beber Waruis.

Sementara, untuk guru bahasa daerah yang disiapkan saat ini berjumlah lima orang. Kelimanya diangkat sebagai guru honor. “Masing-masing tiap bulan menerima honor 1,5 juta rupiah. Itu pun sudah ditata dalam APBD Induk,” tandasnya.

Sementara itu anggota DPRD Mitra Kisman Hala menyebutkan, peran pemerintah dalam mempertahankan bahasa daerah sangat penting. Terutama dalam memasukkan bahasa daerah ke dalam mata pelajaran. “Supaya nanti bahasa daerah bisa terlestarikan ke generasi selanjutnya,” singkatnya.(cw-01/gnr)

Kirim Komentar