09 Jul 2018 15:49

Laga Final Blibli Indonesia Open 2018

MyPassion
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sukses melangkah ke partai final.(dok. Djarum Badminton)

MANADOPOSTONLINE.COM—Setelah menghadapi pasangan Fajar/Rian kemaren (7/7), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo ini sukes melangkah ke partai final, setelah di laga semifinal yang berlangsung siang tadi, Sabtu (7/7) di Istora Senayan Jakarta, mampu menghentikan perlawanan rekan senegaranya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan kemenangan telak dua game langsung 1-13 dan 21-10, dalam waktu 24 menit.

Sejak dimulainya laga, Marcus/Kevin langsung mampu mengendalikan pertandingan. Mereka berhasil membuat Fajar/Rian tak mampu mengembangkan permainan terbaiknya. "Kami lebih siap dari awal, bisa langsung menemukan ritme main kami. Sedangkan lawan tidak bisa keluar dari tekanan," ujar Kevin.

Bisa tampil sejak awal, dinilai Marcus jika itu adalah sebuah keuntungan bagi dirinya dan Kevin. "Lawan mainnya tidak seperti biasanya, kami lebih beruntung bisa in dari awal. Fajar/Rian kan teman sendiri, tapi rasanya hampir sama seperti lawan-lawan yang lain. Kami sama-sama ingin menang, sama-sama ingin memberikan yang terbaik," sambung Marcus.

Di sisi lain, Kevin menyayangkan harus bertemu Fajar/Rian di semifinal. Padahal ia berharap bisa berjumpa di partai final. "Ini pastinya hasil yang baik. Saya sih berharap tadinya bisa ketemunya di final, cuma undiannya kurang menguntungkan," jelas Kevin.

Pada laga final yang berlangsung, Minggu (8/7) pasangan nomor satu dunia ini akan berjumpa dengan wakil Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko, yang sudah lebih dulu memastikan tiket final setelah tampil di semifinal siang sebelumnya dan mampu menundukkan wakil Taiwan, Liao Min Chun/Su Ching Heng dengan 21-13 dan 21-11.

Sejauh ini mereka sudah berjumpa tiga kali dan seluruh pertandingan mampu dimenangkan oleh Marcus/Kevin. "Pasangan Jepang pertahanannya kuat, mereka tidak mudah melakukan kesalahan sendiri. Kami harus sabar dan fokus sama permainan kami," ujar Kevin.

Sejak pertama kali dipasangkan sekitar awal tahun 2015 silam, Marcus/Kevin belum pernah mencicipi gelar juara Indonesia Open. Padahal, deretan gelar bergengsi seperti All England Open, China Open, dan Final Super Series pernah mereka raih.

"Kalau bisa menang pasti sangat berarti bisa menang di rumah sendiri, siapa sih yang nggak senang juara di rumah sendiri. Apalagi di Malaysia Open kami kalah, kalau sekarang bisa menang akan sangat berarti," tutur Kevin.

Sementara itu, Inoue/Kaneko yang dipertemuan terakhir pada final Jepang Open 2017 harus takluk di tangan Marcus/Kevin, mempunyai harapan untuk bisa membalas kekalahanpada laga final. Ditambah lagi, Marcus/Kevin yang tampil dengan dukungan penuh publik Istora, menjadi tantangan tersendiri bagi Inoue/Kaneko.

“Pada final Jepang Open 2017 lalu kami kalah di final oleh mereka. Jadi tantangan tersendiri sepertinya di pertandingan besok untuk berusaha balas kekalahan,” Inoue.

Tak hanya itu, Inoue pun memuji Marcus/Kevin yang semakin hari semakin baik permainannya di lapangan. “Marcus/Kevin mempunyai power dan kecepatan yang bagus. Pokoknya semua mereka miliki, termasuk aura dan karisma mereka jika saat mereka bertanding di lapangan,” tambah Inoue.

“Pokoknya disetiap pertandingan kami akan berusaha memberikan hasil terbaik. Intinya besok akan banyak berusaha dan belajar lagi dari pertandingan-pertandingan yang sudah kita lakoni sebelumnya,” jelas Inoue.

Pada ajang Blibli Indonesia Open 2018 kali ini, Jepang mendominasi laga final dengan mengirimkan sebanyak empat wakilnya. Kemudian tuan rumah Indonesia mengirimkan dua wakil. Sedangkan Malaysia, Tiongkok, Taiwan, dan Denmark masing-masing mengirimkan satu wakilnya.(***)

Kirim Komentar