09 Jul 2018 22:26

Dua Kriteria Ini Harus Dimiliki oleh Peserta Seleksi Sekjen KPK

MyPassion
Panitia Seleksi (Pansel) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (9/7). Pendafataran calon Sekjen KPK akan dibuka Sabtu (14/7). (Intan Piliang/JawaPos.com)

MANADOPOSTONLINE.COM - Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Imam Prasodjo menyebut, posisi ini merupakan jabatan yang berperang penting dalam jalannya roda organisasi lembaga antirasuah itu. Oleh karena itu, orang yang menduduki jabatan ini haruslah yang memiliki integritas dan kompetensi mumpuni.

"Untuk mencari orang-orang seperti itu tentu tidak mudah. Apalagi nanti dibatasi. Ruangnya itu memang tidak lebar. Tapi, tentu kami harus menjaring orang terbaik untuk mengisi jabatan ini. Upaya untuk menjaring orang terbaik akan sangat vital," ungkapnya di Gedung Merah-Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (9/7) seperti dilansir JawaPos.com.

Anggota lain, Erry Ryana Hardja Pamekas mengatakan, posisi Sekjen KPK adalah jabatan yang permanen. Maka, penting memilih secara teliti orang yang akan duduk di posisi tersebut.

Sebelumnya, Sekjen KPK Raden Bimo Gunung Abdul Kadir dikabarkan dipecat dari jabatannya, akhir April. Pemecatan diduga karena kinerjanya tak memuaskan pimpinan KPK.

Sontak adanya kabar ini membuat geger semua pegawai KPK, baik yang berasal dari internal maupun pegawai negeri yang diperbantukan di situ. Beragam spekulasi pun bermunculan.

Menanggapi kabar tersebut, Bimo mengaku dipaksa berhenti dan mengelak bahwa dirinya dipecat. "Pemberhentian, bukan pemecatan. Saya kembali ke BPKP," ujarnya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Kamis (26/4).

Namun demikian, dia enggan membeberkan alasan pimpinan KPK mengusulkan pemberhentiannya secara tiba-tiba. "Untuk alasannya silakan tanya juru bicara atau pimpinan KPK," imbuhnya.

Sementara itu, ketika disinggung alasan pemberhentian lantaran beda pendapat dan tak menuruti perintah pimpinan KPK, ia tak membantah maupun membenarkannya. Yang pasti menurutnya, kalaupun ada perbedaan pendapat, itu merupakan sesuatu hal yang wajar dalam sebuah roda organisasi.

"Perbedaan pendapat itu wajar karena itu adalah rahmat," tukasnya. (jpc/mpo)

Kirim Komentar