09 Jul 2018 14:03

DBD Sudah Renggut Tiga Nyawa di Minahasa

MyPassion
Yuliana Kaunang

MANADOPOSTONLINE.COM—Penyakit Demam Berdara atau Dengue (DBD) terus jadi momok menakutkan di Kabupaten Minahasa. Pasalnya penyakit yang tergolong berbahaya dan mematikan ini mencatatkan jumlah kasus yang tidak sedikit. Data Dinas Kesehatan (Dinkes), sejak Januari hingga Juni kasus DBD sudah merenggut tiga nyawa. Dari total jumlah kasus mencapai 58 kasus positif. “Ada tiga kasus yang sudah menyebabkan penderita meninggal dunia. Di Tondano dan Tompaso,” beber Kepala Dinkes Minahasa dr Yuliana Kaunang.

Menurutnya penyakit ini sangat cepat menular jika tidak cepat ditangani.  “Kita selalu mengimbau kepada masyarakat agar terus hidup sehat. Dengan membersihkan tempat-tempat yang dianggap bisa menjadi sarang nyamuk. Sehingga tidak menjadi tempat  bertelur oleh nyamuk pembawa virus DBD,” kata Kaunang.

Selain itu, pihaknya selalu menginstruksikan kepada bidang penanggulangan penyakit agar melakukan pemberantasan sel-sel telur nyamuk DBD di setiap wilayah. “Wilayah-wilayah yang dianggap rawan selalu menjadi prioritas untuk melakukan pengasapan atau foging, sehingga nyamuk dan jentik-jentik DBD bisa mati,” pungkasnya.

Terpisah, Direktur RSUD Sam Ratulangi Tondano dr Mariani Suronoto menambahkan, pihak RS siap merawat pasien yang terkena DBD. “Bulan lalu kami banyak merawat pasien DBD di RS Tondano karena cuaca saat ini menjadi musim penyakit ini,” jelasnya.

Lanjut dikatakanya, untuk masalah salah satu kasus DBD yang meninggal itu mungkin karena keterlambatan dalam penanganan. “Untuk tahun ini sudah ada tiga orang yang meninggal, tapi tidak meninggal di RS Tondano. Seperti satu kasus, setelah dirujuk sehari kemudian meninggal. Itu di Kelurahan Woloan,” pungkas dia. (tr-09/fgn)

Kirim Komentar