09 Jul 2018 13:32

2019 Bendungan Kuwil Beroperasi

MyPassion
Olly Dondokambey

MANADO—Pembangungan Bendungan Kuwil yang menyedot APBN sebanyak Rp 1,7 triliun terus digenjot. Bendungan tersebut dibagi dua paket pekerjaan. Paket I senilai Rp 783 miliar dan paket II Rp 840 miliar.

 

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD) mengatakan, sesuai jadwal, bendungan ini akan tuntas dan beroperasi 2019 nanti.

Progres terakhir, menurut OD, dua terowongan besar sudah selesai dibangun. "Terowongan satu dan terowongan dua sudah selesai dan tersambung. Aliran sungai juga sudah masuk lewat terowongan tersebut. Jadi sesuai schedule kita, pada akhir 2019 nanti semua sudah selesai dan sudah bisa digunakan," ungkapnya.

OD menambahkan, setelah bendungan tersebut selesai, maka air baku untuk masyarakat akan terjamin. Untuk Manado, Bitung dan Minut juga akan merasakan dampak yang baik, yaitu air PDAM tidak akan mati lagi.

"Banyak sekali project dari bendungan itu, selain mengolah air PDAM bendungan juga akan akan jadi objek wisata. Yang penting juga, pengendalian banjir di Manado khususnya, sudah akan aman," jelas Bendahara Umum PDIP itu sembari menambahkan project lain yang akan digarap di bendungan tersebut yaitu pemanfaatan air energi listrik.

Terpisah, pengamat pemerintahan Stefanus Sampe mengatakan, pengolahan APBN di daerah harus sepenuhnya didukung pemerintah setempat apalagi untuk pembangunan infrastruktur demi kemajuan daerah. Itu sebutnya agar ada kepercayaan pemerintah pusat untuk proyek selanjutnya.

"Biasakan untuk APBN pengolahan proyek besar seperti beberapa tahun lalu tidak bisa dimaksimalkan dengan baik. Seperti terkendala pembebasan lahan yang tak selesai sehingga APBN tak terealisasi. Harusnya pemerintah daerah secepatnya menyelesaikan setiap permasalahan agar anggaran nasional tersebut terserap dengan baik," ucapnya.

Sampe menerangkan, APBN adalah kebijakan fiskal dalam konteks pembangunan Indonesia. APBN juga sebutnya pada hakikatnya merupakan rencana kerja pemerintah yang akan dilakukan dalam satu tahun yang dituangkan dalam angka-angka rupiah.

"Jadi itu dikucurkan ke daerah untuk kegiatan yang lebih rumit. Jadi pemerintah daerah tentu harus mampu menyokong kesuksesan infrastruktur yang mengunakan APBN tersebut, apalagi untuk infrastruktur yang penting bagi daerah," tandasnya. (tr-02/can))

Kirim Komentar