07 Jul 2018 12:17

Petani Kopra di Boltim Menjerit, Harga Anjlok Daya Beli Masyarakat Turun

MyPassion
Harga Kopra di Kabupaten Boltim mengalami penerunan. Petani mengharapkan pemerintah dapat menstabilkan harga. (Ayurahmi Rais//MP)

MANADOPOSTONLINE.COM — Petani kopra di Kabupaten Boltim menjerit. Sebab harga jual kopra semakin anjlok. "Harganya turun drastis. Jauh berbeda dengan beberapa bulan lalu. Kami bingung menjualnya kemana," ungkap salah satu pengusaha kopra Ipdar Paputungan, ketika dikonfirmasi, kemarin.

Menurut dia, sebelumnya harga Kopra bisa mencapai Rp 9 ribu hingga Rp 11 ribu per Kilogram (Kg). Namun akhir-akhir ini sudah turun menjadi Rp 4 ribu. Dia pun harus menanggung rugi setiap kali harus menjual kopranya dengan harga yang murah. "Jujur rugi, tapi kalau tidak dijual percuma juga. Mau menunggu harganya mahal lagi, malah kualitasnya yang rusak," ungkapnya.

Senada dikatakan pedagang kopra eceran, Jamil Solag. Warga Buyat ini mengaku, jika penurunan harga Kopra ikut mempengaruhi perekonomian. "Pendapatan pastinya menurun," katanya.

Dia berharap, pemerintah dapat menstabilkan kembali harga Kopra. "Semoga pemerintah bisa memperhatikan keluhan para petani dan pedagang kopra. Karena kopra merupakan komoditas unggulan Kabupaten Boltim juga," pintanya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Koprasi, Usaha Kecil dan Menengah (DiaperindagkopUKM) Ramlan Mokodompit, berjanji akan melakukan pemeriksaan terhadap harga jual kopra pada umumnya. "Kami tetap memantau semua bahan yang dijual. Selain bahan pokok, komoditas pun akan menjadi perhatian kami," singkatnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Boltim Setiono menjelaskan alasan mengapa harga kopra kembali anjlok. Meskipun produksinya tidak terlalu berlebihan. "Produksi kopra di Boltim tidak over. Jadi penurunan harga bukan karena hasil kopranya melimpah. Hanya saja secara global harga minyak sawit itu mengalami penurunan. Sehingga harga kopra pun ikut turun," jelasnya.

Namun dia tetap meyakini, harga tersebut akan kembali normal sesuai dengan pemulihan kembali harga-harga di pasaran global. "Karena bukan hanya Kopra, komoditas lain juga harganya turun," pungkasnya. (tr-01/ite)

Kirim Komentar