07 Jul 2018 10:56
DLH Tomohon: Kita Bakal Lakukan Mediasi

PGE Diduga Tak Mau Ganti Rugi

MyPassion
Novi Politon

MANADOPOSTONLINE.COM — Sebagian warga Kelurahan Tondangouw Kecamatan Tomohon Selatan terancam gigit jari. Pasalnya, konsep ganti rugi yang ditawarkan ke PT PGE Geotermal Lahendong dinilai tak memihak dan tak memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. “Ada metode dan mekanisme ganti rugi yang ditawarkan PGE Lahendong bagi warga. Dan rinciannya, per kelompok masyarakat yang tergabung satu unit kerja. Nah, ini yang dianggap kurang menguntungkan bagi warga yang lebih memilih per keluarga,” ungkap Lurah Tondangouw Sylvia Mawuntu.

Lanjut dia, detil ganti rugi yang disodorkan PGE Lahendong berupa bantuan mesin pertanian dan biaya pendidikan. Meski begitu, beberapa hektare lahan milik warga yang kini kurang produktif dinilai tidak sebanding dengan konsep tersebut. “Ini yang jadi sumber permasalahan, warga dan perusahaan tak menemukan titik temu,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tomohon Novi Politon menambahkan, upaya mediasi siap dilaksanakan awal pekan depan. Namun, dirinya mengakui, upaya ini bukanlah kali pertama. Kesibukan internal PGE Lahendong, seringkali jadi penghambat penyelesaian kasus pencemaran lingkungan dan ganti rugi ini. “Harusnya bisa lebih perhatian lagi mereka (PGE, red) jangan selalu kita yang berinisiatif untuk penyelesaian masalah ini,” tegas Politon.

Sementara, Tokoh Masyarakat Kelurahan Tondangouw Max Tiwow, selain konsep ganti rugi yang dinilai kurang menguntungkan. Pihaknya pun menyesalkan sikap BUMN energi tersebut, yang kurang peduli pada kesehatan warga. “Masa, penguji keadaan lingkungan dari analisis kesehatan dan kimia dari PGE. Harusnya bisa lebih fair lah, biar bagaimanapun udara di sini sudah tidak higienis seperti sebelumnya. Mohon jadi perhatian jugalah,” harap dia. (jul/fgn)

Kirim Komentar