07 Jul 2018 11:22

Harga Kopra di Talaud Tak Kunjung Naik

MyPassion
Kopra masih jadi komoditi andalan di Talaud. Sayangnya harganya merugikan petani saat ini. (Fikantri/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM — Nasib petani kopra di Kabupaten Kepulauan Talaud memprihatinkan.  Harga kopra yang dulunya dijual  Rp 9.800, kini hanya dipasarkan seharga Rp 4.300 per kilogram (Kg). Petani mengeluh, karena harga kopra tak kunjung naik.

Lebih memprihatinkan, meski harga kopra turun dari biasanya, upah pekerja tetap. “Turunnya harga kopra berdampak pada ekonomi petani. Harga sangat berpengaruh pada hasil panen. Bayar pekerja mahal. Pengeluaran tidak sebanding dengan pemasukan. Hingga kini, harga kopra tak kunjung naik," ujar Toni Pulu, petani kopra asal Kecamatan Melonguane Timur.

Dengan persoalan yang melilit petani kopra saat ini, peran Pemkab sangat dibutuhkan. Ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Talaud Didimus Parapaga. Dia meminta pemerintah turun tangan dengan persoalan yang dihadapi petani. “Tidak hanya kopra. Harga komoditas lainnya juga menjadi perhatian.  Kopra, pala, dan hasil perkebunan dan pertanian lainnya sumber pendapatan masyarakat. Harga tidak sepadan lagi dengan kebutuhan sehari-hari. Diharapkan pemerintah kabupaten dan provinsi mencari solusi. Misalnya turut melobi pengusaha-pengusaha di luar Sulawesi," katanya.

Kelapa, lanjut Parapaga, telah menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Talaud. Petani kopra di Talaud cukup banyak. “Kelapa menjadi salah satu lahan pencarian warga yang membantu pertumbuhan ekonomi keluarga,” tandasnya. Terkait harga kopra tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Habel Salombe menegaskan pemerintah kabupaten telah berupaya mencari solusi. "Harga tergantung permintaan pasar. Untuk harga jual kopra saat ini, mengikuti harga pasar Bitung. Kalau di luar Sulawesi, di Pulau Jawa, kopra dikisaran 7.500. Kami berusaha melobi agar bisa dipasarkan sampai ke Pulau Jawa," jelasnya.(fik/gel)

Kirim Komentar