07 Jul 2018 08:33
Pengucapan Syukur Bukan Sekedar Foya-foya

375 M Habis untuk Patola Cs

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM — Begitu mentari menampakkan sinarnya, Leny Samuna bergegas menuju Pasar Amurang. Menumpang ojek, dari rumahnya di Kelurahan Lewet, butuh sekira 10 menit untuk sampai di pasar. Suasana pasar Kamis (5/7) pagi itu, lebih ramai dari biasanya. Paling menarik perhatian lokasi berukuran 30x30 meter yang berhadapan dengan Boulevard Amurang. Ini merupakan tempat segala jenis daging diperjualbelikan di pasar tradisional ini.

Memasuki lokasi itu, suara gonggongan anjing terdengar nyaring. Anjing-anjing ini, bukan dijual untuk dipelihara, melainkan untuk diambil dagingnnya. Puluhan anjing hidup, tampak dikurung bersamaan, untuk dijajakan kepada pembeli.

Di sampingnya, ratusan kelelawar (paniki) dan kawok (tikus hutan) yang telah dipanggang, serta ular patola (piton) utuh diletakkan di meja kayu. Bersama dengan berton-ton daging babi dan babi hutan yang siap ditimbang untuk pembeli.

Lenny kemudian menuju meja itu. Paniki dan patola yang wanita paruh baya ini cari. “Satu kilo berapa?” tanya dia kepada salah satu pedagang.

“Paniki 80 (ribu rupiah, Red), patola 60, babi 60, babi hutan 45, kawok 90. Mau berapa kilo?” tanya pedagang yang diketahui bernama Alfan Poli. Alfan sudah 10 tahun lebih berdagang di sini. Daging yang dia jual, dipasok dari daerah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. "Kami menerima pasokan dari suplayer. Dibawa dari Kendari dan Makassar. Kalau di Sulut, stoknya tinggal sedikit," jelasnya.

Ratusan kilogram daganganya laku terjual. "Paniki sudah sekira 150 kg. Sedangkan daging patola 60 kg, atau sekira tiga ekor ular. Untuk daging babi hutan sudah sekira 200 kg, setara enam ekor," ungkapnya.

Sama halnya daging anjing segar. Disampaikan Robby Rapi yang setiap harinya berdagang daging anjing, stok dipasok juga dari Sulawesi Tengah. "Pengucapan ini, sekira 150 ekor anjing hidup yang disediakan. Karena kebanyakan pembeli, ingin anjing yang akan dikonsumsi, dipilih sewaktu masih hidup. Baru akan diblower dan dibersihkan setelah laku," katanya, menambahkan saat ini dijual sekira Rp 40 ribu per kg.

Setelah membeli paniki dan patola masing-masing lima kilogram, Leny kembali ke rumah. Dia akan kembali ke pasar ini Sabtu pagi ini untuk membeli bumbu. “Kalau daging beli dari sekarang. Takutnya nanti lebih mahal kalau sudah dekat hari H. Nanti mau dibuat paniki dan patola santan. Untuk sekarang masuk lemari es dulu,” tukasnya.

Persiapan pengucapan biasanya lebih ramai dari Natal dan Tahun Baru. Warga tak segan-segan, merogoh kocek. Berdasarkan pengakuan sejumlah warga, mereka bisa menghabiskan dana Rp 3-5 juta demi ikut berpengucapan. Bila keseluruhan keluarga nasrani turut merayakan, tak kurang dari Rp 375 miliar bakal habis dalam sehari. Perhitungan itu diambil dari 75 ribu jumlah keluarga Kristen di Minsel. Belum ditambah sekira tujuh ribu masyarakat muslim yang mulai akan berpartisipasi meramaikan pengucapan di tahun ini. Jumlah itu bisa melambung hingga Rp 410 miliar. Angka lebih besar bisa jadi bila keluarga dengan strata di atas menggelontorkan anggaran di atas rata-rata. Mahalnya harga berpengucapan terjadi seiring terus naiknya bahan mentah menu andalan setiap tahun. 

Sayang, naik harga pengucapan syukur belum sebanding dengan pendapatan mayoritas masyarakat yang justru kian merosot. Data BPS tahun lalu, pendapatan per kapita masyarakat Minsel jauh berada di bawah UMP Rp 2,8 juta.

Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Minsel Pdt Defris Porayouw menyebut, pihaknya berharap masyarakat non nasrani bisa turut mengambil bagian mulai tahun ini. Sebab menurutnya, mengucap syukur diajarkan semua agama. Namun, dia berharap pengucapan syukur bisa lebih dimaknai secara tepat. "Pengucapan syukur itu artinya kita beribadah mensyukuri berkat Tuhan selama setahun terakhir. Bukan ajang foya-foya atau pesta miras," ujarnya. Menurut dia, sekira 850 jemaat di Minsel akan berpengucapan. Para tokoh agama diminta mengambil peran memberikan pemahaman dalam pemaknaan ucapan syukur. "Ini momentum toleransi. Menjaga silahturahmi. Saling mengasihi dan saling menjaga," tutur dia.

Terpisah, Kapolres Minsel AKBP Winardi Prabowo mengatakan, pihaknya menyiapkan jalur alternatif dari arah Kotamobagu menuju  Manado yakni di simpang empat Kelurahan Buyungon, masuk kanan ke arah Pasar Amurang melintasi kawasan Boulevard sampai keluar di samping Hotel Sutan Raja. Delapan titik pos pengamanan disiapkan diisi dengan personel satlantas pengurai kemacetan. Serta personil reskrim dan intelejen sebagai penanggungjawab kegiatan penindakan dan deteksi dini. "Lebih dari 300 personel gabungan akan bersiaga selama pengucapan. 100 personel BKO dari Polda Sulut,” tukasnya.(***)

Kirim Komentar