07 Jul 2018 11:42

30.133 Anak di Sangihe Wajib KIA

MyPassion
Ratna Lombongadil

MANADOPOSTONLINE.COM — Kebijakan pemerintah untuk melindungi anak dengan Kartu Identitas Anak (KIA) diseriusi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sangihe.

Berdasarkan Permendagri nomor 2 tahun 2016, Kepala Dinas Dukcapil Ratna Lombongadil berharap, masyarakat khususnya para orangtua bisa men-suport program KIA. Supaya anak-anak usia 0-18 tahun memiliki kartu identitas ini.

“Selama ini kan yang punya identitas pribadi hanya yang wajib kartu tanda penduduk (KTP). Saya berharap ini dapat di-suport khususnya bagi para orangtua di Sangihe,” pintanya.

Lanjutnya, syarat pengurusan KIA diantaranya, anak harus ada akta kelahiran, orangtua harus ada kartu keluarga (KK) dan E-KTP. “Karena masih banyak ditemukan orangtua yang belum memiliki KK, E-KTP bahkan akta kelahiran. Ini sangat mempersulit anak kita nanti. Sehingga orangtua harus mengurus dulu, kemudian masukan foto copy akta kelahiran anak, KK, E-KTP ayah dan ibu,” jelasnya.

Dia menegaskan, jika orangtua tidak memiliki KTP dan KK maka mohon maaf pengurusan KIA bagi anak tersebut tidak dapat dilayani. "Ini sudah merupakan komitmen kami agar masyarakat Sangihe sadar adminduk," tegas Kadis.

Dijelaskannya, bentuk KIA seperti KTP-El bedanya, KIA tidak memiliki chip untuk penyimpanan data. "Jadi ini masih seri manual yang masih memiliki tanda tangan kadis, yang berlaku 5 tahun bukan seumur hidup,” jelasnya. Disentil terkait jumlah penduduk Sangihe usia 0-18 tahun, dia mengatakan berdasarkan data Februari 2018 ada 34.811 jiwa, yang sudah punya akta kelahiran 30.133 jiwa. “Jadi yang memiliki akta kelahiran sudah 86,56 persen dan ini telah melebihi target nasional yakni 85 persen,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat yang juga sebagai orangtua dari anak yang wajib KIA, Alfrince Makarunggala mengungkapkan, KIA ini berdampak positif. “Saya sangat setuju dengan digalangkannya program KIA ini. Sehingga nanti anak kita sudah memiliki identitas jika ada pengurusan sesuatu yang penting. Apalagi yang hendak masuk sekolah,” tutupnya. (wan/gnr)

Kirim Komentar