06 Jul 2018 10:33

Sulut Terdampak Badai Maria, BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi

MyPassion
Awan gelap beberapa hari terakhir menyelimuti langit Sulut. Menurut BMKG, ini merupakan dampak tidak langsung badai tropis kuat Maria.(Reza Mangantar/MP)

MANADOPOSTONLIN.COM—Beberapa hari terakhir, hujan terus mengguyur Manado dan sekitaranya. Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Bitung Ricky Daniel Aror mengatakan, ini akibat dampak tidak langsung dari muncul pusat badai baru bernama ‘Maria’.

“Salah satu faktor penyebab terjadinya hujan lebat tadi malam (kemarin) memang akibat dampak tidak langsung dari badai tropis kuat Maria, yang terbentuk di Samudera Pasifik sebelah utara Papua. Badai ini bergerak ke arah barat laut mendekati Asia,” bebernya.

Dia juga menambahkan, faktor pendukung lainnya yang menyebabkan cuaca buruk akhir-akhir ini karena pertemuan massa udara dari tenggara dan barat daya di atmosfer utara Sulawesi. “Penumpukan massa udara sebagai akibat dari perubahan arah angin di atmosfer utara Sulawesi,” katanya.

Pihaknya juga telah mengeluarkan peringatan dini mengenai gombang tinggi. "Sekarang itu dari data kita, gelombang di beberapa perairan seperti Sangihe dan Talaud serta laut Manado dan Bitung mencapai 2 meter hingga 2,5 meter. Ini bisa saja bertambah sesuai dengan cuaca dan angin yang ada," tutur Aror.

Gelombang tinggi ini, dijelaskannya, berbahaya bagi kapal yang akan berlayar. Karena itu, dia meminta semua pihak yang berwewenang dalam pengawasan, terus mengupdate informasi yang dikeluarkan BMKG.

Sementara itu, sesuai data Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, hujan akan mengguyur Manado hingga pekan depan. “Untuk wilayah Manado, besok (hari ini, Red) hingga beberapa hari ke depan diprediksi masih berpeluang terjadi hujan ringan dan hujan lokal,” ujar Ben Arther Molle, Forecaster Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, kemarin.

Hari ini (6/7) hujan bersifat lokal diperkirakan bakal mengguyur Manado dari siang hingga malam hari. Sedangkan Sabtu (7/7) diprediksi berawan selama seharian penuh. Hujan kembali diperkirakan turun Minggu (8/7) nanti dengan frekuensi ringan pagi dan lokal di malam hari. Sedangkan untuk Senin (9/7) hujan lokal diprediksi turun di pagi hari.

Di tempat lain, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw turut mengingatkan semua pihak berwewenang memberangkatkan kapal harus terus berhati-hati. Termasuk selektif dalam memberi izin pelayaran.

"Kalau tidak ada pemeriksaan serta memang tidak layak jangan berangkatkan. Kalau sampai karena kelalaian atau tidak dilakukannya pemeriksaan, maka petugas tersebut akan menerima sanksi. Ini kan bisa pidana," katanya.

Dia meminta, Dinas Perhubungan (Dishub) Sulut juga harus terus mengontrol semua jalur transportasi yang ada. Hal ini untuk menghindari jangan sampai terjadi sesuatu baru bergerak. Sebisa mungkin, kata Kandouw, peluang kecelakaan karena kelalaian dihindari.

"Beberapa kapal yang celaka sekarang karena over kapasitas. Ini jangan sampai terjadi di Sulut. Karena itu, semua harus terus selektif dan konsentrasi dalam bekerja. Akan ada sanksi tegas bagi mereka yang lalai dalam bekerja," kuncinya.

Seperti diketahui, dalam beberapa pekan terakhir terjadi dua kecelakaan kapal yang menewaskan banyak orang di perairan Indonesia. Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi disebut menjadi salah satu penyebab.

Pertama, insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, pada 18 Juni. Diperkirakan terdapat sekira 200 penumpang yang akan menuju dari Siamindo menuju Tigaras dalam KM Sinar Bangun. Kedua, karamnya KM Lestari Maju yang mengangkut‎ 139 penumpang di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (3/7). (tr-02/tan)

Kirim Komentar