06 Jul 2018 10:09

Kemenpar Minta Pemkab Minahasa Seriusi Pengembangan Home Stay

MyPassion
Dadang Rizky Ratman

MANADOPOSTONLINE.COM—Industri perhotelan di Minahasa masih minim. Walaupun ada sebagian di wilayah pesisir Kalasey-Tateli, namun hotel representatif berbintang umumnya masih terpusat di Manado. Karenanya, pemanfaatan home stay diharapkan bisa dimaksimalkan. Khususnya untuk menampung wisatawan mancanegara (wisman). Hal ini diutarakan Deputi Menteri Pariwisata RI Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dadang Rizky Ratman saat bertemu perwakilan Pemkab Minahasa dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang digawangi Kepala Dinas (Kadis) Agustifo Tumundo.

Saat pertemuan, Ratman berharap pemanfaatan rumah tinggal untuk dijadikan home stay di Minahasa terus dikembangkan bahkan ditingkatkan. “Dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan baik lokal ataupun mancanegara ke maka objek wisata juga akan mengalami peningkatan pengunjung,” kata dia. Mengingat hal ini, dia melanjutkan, tempat penginapan jadi masalah. “Sejumlah hotel besar masih terpusat di Manado. Maka daerah lainnya seperti di Minahasa saya minta untuk terus dikembangkan rumah nginap home stay termasuk di sekitar kawasan wisata alam Danau Tondano,” ujar Ratman.

Dia mengatakan, jika home stay ditata dan dikelola dengan baik, pasti akan turut mengembangkan kawasan sekitar objek wisata dan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat di sekitarnya. “Jika home stay dibuat senyaman hotel bukan tak mungkin wisman akan memilih home stay dari pada hotel,” pungkas Ratman.

Gayung bersambut, masukkan Ratman direspon positif Pemkab Minahasa. Tumundo yang mewakili Bupati Royke Mewoh berujar, pihaknya selama ini memang terus mendorong upaya masyarakat yang berniat menjadikan rumah tinggalnya untuk dijadikan usaha home stay. Dalam rangka mengantisipasi semakin banyaknya wisatawan yang datang berkunjung di Minahasa. “Bulan lalu kami telah mengutus puluhan masyarakat pemilik rumah pribadi untuk mengikuti pelatihan pengelola home stay yang digelar oleh Kemenpar RI bekerja sama dengan Dispar Sulut,” urai Tumundo.

Sebagian besar peserta yang ikut, kata mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Minahasa ini, adalah pemilik rumah di sekitar kawasan Danau Tondano.  “Karenanya, kami akan terus mendorong pihak-pihak yang berminat menjadikan rumah tinggal mereka untuk dikembangkan menjadi home stay,” pungkas Tumundo. (tr-08/fgn)

Kirim Komentar