06 Jul 2018 22:06

Kajari Minsel Dimutasi Kejagung

MyPassion
Lambok Sidabutar (Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM - Kepala Kejaksaan Negeri Minsel Lambok Sidabutar dimutasi. Siang tadi, pria yang telah menetapkan tiga pejabat eselon II Pemkab Minsel itu, resmi diberhentikan dari jabatannya. Hal itu tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-IV-355/C/07/2018, yang ditandatangani Jaksa Agung Muda Pembinaan Bambang Waluyo, mengatasnamakan Jaksa Agung M Prasetyo tertanggal 5 Juli.

Lambok dimutasikan sebagai koordinator pada Kejati Kalimantan Barat di Pontianak. Dia digantikan I Wayan Eka Miartha yang saat ini menjabat sebagai koordinator pada Kejati Bali di Denpasar. Dalam surat keputusan itu dijelaskan, jabatan baru Lambok naik satu tingkat dari kelas jabatan 13 menjadi 12.

Saat dikonfirmasi semalam, Lambok masih enggan banyak berkomentar. Dia tak menampik adanya surat tersebut. Baginya, jabatan hanyalah titipan. Dia siap bertugas di mana saja. "Tanya Kejagung soal itu. Saya hanya menjalankan saja. Yang pasti kalau kita dapat jabatan, harus dijaga sebaik mungkin," singkat dia yang mengaku masih berada di Jakarta.

Terpisah, Kasie Intelejen Kajari Minsel Reza Pahlepi juga belum mau banyak berkomentar. Dia mengakui surat tersebut sudah beredar di kalangan internal Kejari. “Tapi kami belum tau pasti secara spesifik. Kami belum bisa komentar. Nanti yah,” singkat alumnus Fakultas Hukum Unsrat itu.

Ketua KNPI Minsel Charles Umpel berharap pergantian tidak akan berdampak pada sejumlah kasus yang sementara ditangani Kejari Minsel. "Kami harap ada koordinasi antara pejabat lama dengan baru agar kasus yang ditangani tidak terbiar. Kami akan selalu mengawal agar rakyat tidak menjadi korban," harapnya.

Pergantian pria Batak jelang HUT Adhyaksa tidak terlalu mengagetkan. Sejak menjabat akhir Oktober 2016 silam, dia telah menangani sejumlah kasus besar. Di antaranya, dugaan korupsi Mark Up anggaran Paskibra Minsel 2017, dugaan korupsi Dana BNPB Perbaikan Tanggul Pemecah Ombak Ranoyapo 2016 silam dan Mark Up kendaraan pemadam kebakaran. Ketiga kuasa pengguna anggaran dan PPK pada proyek tersebut telah ditetapkan tersangka dan ditahan penyidik, bahkan satu lainnya kini sedang menunggu vonis hakim. (jen/gnr)

Kirim Komentar