06 Jul 2018 10:53

Bom Pasuruan, Anak Terluka Bapak Kabur

MyPassion
Grafis

MANADOPOSTONLINE.COM—Ketenangan warga Lingkungan Pogar Kidul, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, kemarin (5/7) terusik. Pasalnya, bom meledak dari rumah kontrakan yang dihuni pasangan suami istri Anwardi (50), dan Dina Rohana (40), serta Umar Alfaruq (3), anaknya. Akibat ledakan itu, Umar Alfaruq menderita luka parah.

Informasi dihimpun Jawa Pos Radar Bromo (grup Manado Post) di Tempat Kejadian Perkara (TKP), peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00. Menurut Idi Suryanto (46), salah satu warga setempat, ledakan pertama terdengar begitu keras dari dalam rumah. Suaranya seperti ban truk yang meletus.

Mendengar ledakan itu, ia bergegas ke rumah Saprani (66), yang dikontrakkan pada keluarga Anwardi. Ia yakin, jika ledakan itu berasal dari kontrakan pria yang selama ini dikenal tertutup itu.

Rumah Idi -sapaan akrabnya – memang hanya berjarak sekitar 20 meter dari rumah terduga pelaku. Saat tiba itulah, ia melihat Anwardi hendak keluar rumah. Ia juga sempat melihat banyak paku berceceran di rumah tersebut. Namun, saat itu Idi dan warga tidak menaruh curiga.

“Mulanya, saya pikir hanyalah ledakan elpiji. Saya dan warga kemudian menghampiri sumber ledakan,” kisah Idi saat ditemui di lokasi kejadian. Kecurigaannya muncul ketika ada suara tangis anak kecil di dalam salah satu ruangan rumah tersebut. Terlebih lagi, ia mencium bau semacam belerang.

Saat berada di rumah tersebut, warga tak menemukan bekas elpiji meledak di dalam dapur. Dari situlah, ia menduga kuat kalau ledakan itu bersumber dari bom. Ia dan beberapa warga kemudian mendatangi sumber tangisan tersebut. Ternyata, yang menangis adalah Umar Alfaruq.

Warga mendapati Dina Rohana dan Umar Alfaruq di dalam salah satu ruangan rumah tersebut. Dina tidak mengalami luka. Namun lain halnya dengan Umar Alfaruq. Wajah bocah itu seperti terbakar. Sementara kaki kanan dan kirinya, mengalami robek. Warga kemudian berinisiatif membawa keduanya ke Puskesmas Bangil menggunakan motor.

Suasana di sekitar rumah terduga pelaku benar-benar mencekam. Warga mulai banyak berdatangan. “Sementara Anwardi, kami cegah keluar rumah,” kata Idi. Saat dicegah keluar, Anwardi justru kembali masuk ke rumahnya. Ia juga menutup pintu rumah.

Di dalam rumah itulah, lagi-lagi terdengar ledakan. Tidak hanya sekali. Tetapi ledakan yang terdengar sebanyak dua kali. “Ledakannya tidak sekeras yang pertama. Saya kira, awalnya ia bunuh diri,” sambungnya. Ternyata tidak. Sekitar 15 menit kemudian, Anwardi kemudian keluar rumah.

Saat itu warga melihat pria tersebut membawa tas. Ia berlari mengejar anggota polisi. Polisi yang dikejarnya, tak lain adalah Kapolsek Bangil Kompol M. Iskhak. Melihat pelaku mengejarnya, sontak M. Iskhak menyelamatkan diri.

Sekira jarak 10 meter dari rumahnya, Anwardi melempar tas yang dibawanya itu. Tas itupun, tiba-tiba meledak. Ledakannya sebanyak dua kali. Ledakan itu tak melukai siapapun. “Begitu selesai melempar bom, ia kembali masuk rumah. Sambil kemudian mengeluarkan motor Suzuki Sky Wave,” terang Idi.

Menurut Idi, pelaku keluar rumah sembari membawa tas ransel. Ia kemudian berusaha kabur dari rumahnya. Warga sendiri, sempat berusaha mengepungnya. Ada yang melemparinya dengan bata hingga mengenai punggung. Ada yang berusaha memukulnya dengan bambu, namun ia bergeming.

Terduga pelaku berusaha melepaskan diri dari kepungan warga. Bahkan, ada yang sempat menembaknya dengan peluru gotri. Tembakan itu sempat mengenai bagian dada kiri pelaku. Namun Anwardi tetap tak menyerah. Akhirnya terduga pelaku berhasil lolos. Saat itu warga khawatir karena Anwardi masih membawa tas ransel yang diduga berisi bom.

Kasus ledakan itupun, menjadi perhatian pihak kepolisian. Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin datang meninjau lokasi. Tim penjinak bom (jibom) dari Gegana Polda Jatim serta tim laboratorium forensik Mabes Polri Cabang Surabaya, diterjunkan ke lokasi kejadian.

Kapolda menjelaskan,meski suara dentumannya keras, namun bom yang meledak itu tergolong low explosive atau berdaya ledak rendah. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. “Masih kami selidiki. Kami menduga, pelaku merupakan teroris jaringan JAD. Hal ini seiring beberapa barang bukti yang kami temukan. Termasuk buku-buku tentang jihad,” terangnya.

Pihaknya pun meyakinkan, bakal melakukan pengejaran terhadap terduga teroris tersebut. “Kami berharap masyarakat tetap tenang. Kami minta doanya, agar pelaku bisa segera ditangkap,” pintanya.(jpg/tan)

Kirim Komentar