06 Jul 2018 16:36

AS Gunakan Tes DNA untuk Satukan Migran dengan Anak-anaknya

MyPassion
Anak-anak migran akan menjalani tes DNA untuk dikembalikan ke orangtuanya (BBC)

MANADOPOSTONLINE.COM—Anak-anak migran yang terpisah dari orangtua mereka akan menemukan solusi. Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan melakukan tes DNA untuk menyatukan kembali mereka dengan orangtuanya.

Para pejabat AS menggunakan tes DNA untuk menyatukan kembali 3.000 anak-anak migran yang terpisah dari orangtua mereka. Seorang pejabat tinggi mengatakan, pemerintahan Presiden Donald Trump berjuang untuk menyatukan kembali keluarga-keluarga dengan cepat di pusat krisis perbatasan.

Prosedur yang kontroversial adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi tenggat waktu yang dijanjikan pengadilan untuk menyatukan anak-anak tersebut dengan orangtua mereka dengan cepat. Kongres AS juga diminta untuk memperbaiki undang-undang imigrasi segera.

Sekretaris Departemen Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan Alex Azar mengatakan, pihaknya telah melakukan tes DNA untuk memastikan dengan cepat dan akurat seperti dilansir AFP pada Kamis, (5/7). Biasanya tes DNA adalah penggunaan cara terakhir untuk mengidentifikasi migran jika tidak memiliki akte kelahiran maupun dokumen yang jelas.

Uji DNA digunakan untuk mempercepat proses untuk memenuhi perintah hakim untuk menyatukan kembali keluarga pada 26 Juli mendatang. Selasa depan akan dilakukan tes DNA pada sekitar 100 orang anak-anak di bawah usia lima tahun.

Namun Azar menggambarkan proses tersebut sebagai tuduhan yang disengaja sehingga administrasi Trump disebut gagal memperhitungkan beberapa anak di bawah umur.

"Departemen Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan mengetahui identitas dan lokasi setiap orang minoritas dalam perawatan para penerima kami," kata Azar. Dia juga menambahkan, pihak berwenang bekerja untuk menyatukan kembali anak-anak dengan orangtua mereka secepat mungkin. (jpc/mpo)

Kirim Komentar