05 Jul 2018 10:11

Tol Laut Sandar Tanpa Bapok, Warga Miangas Mengeluh

MyPassion
Kapal penghubung tol laut sandar di Pelabuhan Miangas tanpa muatan bapok. Foto lain; Camat Miangas Sepno Lantaa saat meninjau langsung di atas kapal. (dok Kecamatan Miangas)

MANADOPOSTONLINE.COM—Janji Presiden Joko Widodo ditagih warga Pulau Miangas. Pasalnya saat berkunjung di Pulau Miangas beberapa waktu lalu, presiden berjanji Miangas akan menikmati kebutuhan sandang pangan dengan harga murah, seperti di daerah daratan. Solusi mewujudkannya adalah dengan menghadirkan tol laut di Pulau Miangas.

Senin (2/7), memang kapal penghubung tol laut KM Kendaghe Nusantara sandar di Pelabuhan Pulau Miangas. Kedatangan kapal logistik tersebut disambut antusias. Seluruh masyarakat dengan kemampuan finansial masing-masing menjemput di pelabuhan. Dengan harapan dapat memperoleh berbagai bahan pokok (bapok) dengan harga terjangkau. Namun sayang, kontainer di kapal tersebut didapati kosong. Tak ada yang dibawa. 

Camat Miangas Sepno Lantaa mewakili warga mempertanyakan maksud kunjungan kapal tersebut. Jawaban pihak Pelni dan pengelola kapal bahwa semua bahan pokok telah diturunkan di Pelabuhan Lirung dan Melonguane. Sesuai pesanan pengusaha. "Saya mau bertanya, sudah benarkah mekanisme tol laut sekarang. Ketika berlabuh di Pulau Miangas adakah asas manfaat bagi rakyat pulau terluar? Ataukah hanya tameng bagi pengusaha-pengusaha besar yang ada di daerah bekerjasama dengan stakeholder mengatasnamakan perbatasan," ucapnya.

Lantaa mempertanyakan tujuan hakiki dari keberadaan tol laut yang katanya untuk meminimalisir kemiskinan dan ketertinggalan di pulau-pulau terluar. "Ini sungguh menyedihkan dan mengecewakan. Semangat Nawacita yang sungguh mulia dari presiden ternoda. Dari tapal batas NKRI, kami menunggu jawaban yang segar," tandasnya. (fik/gel)

Kirim Komentar