05 Jul 2018 11:13
BPOM Perketat Aturan Label-Iklan

Tidak untuk Balita, Kental Manis Bukan Susu Bernutrisi

MyPassion
Grafis

MANADOPOSTONLINE.COM—Selama ini, produk susu kental manis (SKM) dianggap sebagai produk bernutrisi. Tapi, menurut Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Doddy Izwardi, produk SKM bukan merupakan produk susu yang bisa dikonsumsi untuk menambah asupan gizi.

"Kental manis ini tidak diperuntukan untuk balita. Namun perkembangan di masyarakat dianggap sebagai susu untuk pertumbuhan. Kadar gulanya sangat tinggi, sehingga tidak diperuntukkan untuk itu," kata Izwardi, seperti dilansir dari tempo.co, Rabu (4/7).

Dia mengatakan Kemenkes juga telah meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selaku pengawas izin edar, untuk lebih memperhatikan produk SKM. Agar tidak dikategorikan sebagai produk susu bernutrisi untuk menambah asupan gizi. Doddy menegaskan, industri berhak untuk melakukan pengembangan produk, namun komposisi tetap harus diperhatikan.

Kepala BBPOM Manado Dra Rustyawati menjelaskan, tidak melarang peredaran produk SKM. Tapi pihaknya sedang  berusaha mengatur terkait label dan iklan SKM agar tidak salah penggunaannya.

"Nama susu kental manis inikan merupakan pengaturan internasional atau codex. Jadi kita tidak bisa mengubahnya. Yang keliru itu, terkait saran penyajian dan iklan sehingga itu akan dibenahi," ucapnya saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Rustyawati juga mengatakan, persepsi masyarakat sudah harus diluruskan kembali. Karena itu jelasnya, untuk langkah berikutnya BPOM Manado masih akan menunggu penjelasan resmi dari BPOM pusat.

"Kita sekarang masih menunggu instruksi pusat dulu. Karena kan produk tersebut bukan produk berbahaya. Jadi ada perubahan atau tidak, kita harus menunggu instruksi selanjutnya dari pusat," jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulut dr Debie Kalalo mengatakan, pihaknya juga bukan menarik peredaran SKM. Tapi akan lebih memperhatikan izin edar SKM.

"Ini kan bukan sebagai susu bernutrisi karena kandungan gulanya tinggi dan tidak baik digunakan untuk nutrisi anak-anak. Jadi sekarang, kita akan memperhatikan izin edar dari SKM ini," ungkapnya.

Tambahnya, yang penting sekarang ini adalah edukasi kepada masyarakat. Itu harus dilakukan supaya masyarakat bisa mengetahui tentang nutrisi yang sehat. Jelasnya juga, jika ada anak yang mengonsumsi ini maka efek sampingnya adalah obesitas.

"Memang produk ini tidak membahayakan pencernaan. Selain menyebabkan obesitas pada anak produk ini juga tidak baik dipakai untuk susu pertumbuhan anak karena tidak memiliki gizi yang baik," kuncinya.

Diketahui, BPOM telah menerbitkan edaran yang ditujukan untuk produsen, importir, dan distributor serta analognya produk susu kental manis. Dalam surat edaran nomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 itu dituliskan aturan tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3).

Dalam surat yang diteken Deputi Bidang pengawasan Pangan Olahan Suratmono, BPOM menyatakan edaran diterbitkan untuk melindungi konsumen anak-anak.

"Dalam rangka melindungi konsumen utamanya anak-anak dari informasi yang tidak benar dan menyesatkan, perlu diambil langkah perlindungan yang memadai," ujar Suratmono dalam surat tertanggal 22 Mei 2018 itu.

Ada empat poin yang diminta BPOM kepada produsen, importir, distributor SKM dan produk sejenisnya. Pertama, produsen dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah lima tahun dalam bentuk apapun dalam label dan iklan produk SKM dan sejenisnya.

Kedua, dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk SKM dan analognya disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi. Produk susu lain antara lain susu sapi atau susu yang dipasteurisasi, atau susu yang disterilisasi, susu formula maupun susu pertumbuhan.

Ketiga, dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman. Terakhir, khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak. "Produsen/importir/distributor produk susu kental manis dan analognya harus menyesuaikan dengan surat edaran ini, paling lambat enam bulan sejak ditetapkan," ujar Suratmono.

Sebelum surat edaran BPOM ini keluar, produsen produk SKM menampilkan gambar susu cair dalam kemasan produk dan iklan yang menonjolkan cara penyajian kental manis sebagai minuman di gelas. Hal ini menimbulkan protes dari berbagai kalangan karena kandungan gula dari produk kental manis sendiri mencapai 40-50 persen.

Iklan dan label kental manis dianggap menyesatkan konsumen dan diharapkan aturan baru BPOM bisa memperjelas posisi produk SKM dan krimer kental manis berkadar gula tinggi sebagai pelengkap masakan, bukan sebagai minuman susu.

Salah satu produsen produk SKM saat ini telah mengubah label kemasannya yang sebelumnya mencantumkan kata ‘susu’ menjadi hanya ‘kental manis’.(tr-02/tan)

Kirim Komentar