04 Jul 2018 12:27

Proyek Pengaman Bencana di Sangihe Siap Action

MyPassion
Penandatanganan kontrak kerja rehabilitasi rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sangihe, kemarin. (Sriwani Adolong/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Meminimalisir dampak bencana banjir dan gelombang pasang, pembangunan talud pengaman pantai dan pengaman tebing sungai di lima lokasi, siap action. Selasa (3/7) kemarin, dilakukan penandatanganan kontrak kerja rehabilitasi rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe Tahun Anggaran 2018, bersama penyedia jasa.

Pantauan harian ini, hadir dalam acara tersebut Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe, perwakilan Inspektorat Kabupaten Sangihe, penyedia jasa dan Kepala BPBD beserta staff.

Kasi Intelijen Kejari Kepulauan Sangihe Erwan Budi Herianto SH, sebagai ketua tim TP4D berharap, lima proyek pekerjaan yang akan dilaksanakan berjalan baik dan benar, sesuai aturan.

"Tim TP4D akan siap memberikan masukan dan saran selama pekerjaan berlangsung. Dan juga penyedia jasa jangan sungkan-sungkan untuk bertanya atau memberitahu jika ada permasalahan yang dihadapi dari segi apapun, tim TP4D akan siap membantu dan memberikan solusi dan kita selesaikan bersama,” harap Herianto.

Senada dikatakan Perwakilan Inspektorat Sangihe P Parera. Dia meminta agar pekerjaan proyek tersebut tidak terdapat hal-hal yang merugikan negara. “Kami tahu pihak penyedia jasa sudah banyak pengalaman, sehingga kami minta ada kerjasama yang baik dari penyedia jasa. Jangan ada dusta diantara kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Sangihe Rivo Pudihang bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Eric J Marentek mengingatkan, penyedia jasa agar mengerjakan proyek sesuai tupoksi dan jangan ada kompromi di lapangan. “Bupati terus mengingatkan kami agar jangan sampai ada masalah hukum. Sehingga jika ada sesuatu permasalahan, kami minta jangan peralat nama bupati. Karena di sini sudah ada tim TP4D yang akan sangat membatu kita, karena pekerjaan ini milik kita bersama,” tegasnya.

“Saya minta pekerjaan ini harus tepat waktu agar tidak ada putus kontrak. Permisilah kepada pemerintah setempat sebelum memulai pekerjaan dan pergunakan tenaga kerja lokal jika dibutuhkan," tandasnya.

Diketahui waktu pelaksanaan pekerjaan pembangunan talud pengaman pantai di Kampung Kulur, Kampung Lesabe Kecamatan Tabukan Selatan dan pembangunan talud pengaman tebing sungai Gehang, Kelurahan Kolongan Akembawi, Kecamatan Tahuna Barat dimulai 3 Juli hingga 29 Desember 2018. Sementara untuk pembangunan talud pengaman tebing sungai Buhanga dan Tiwude Kelurahan Kolongan Beha, Kecamatan Tahuna Barat dimulai 3 Juli sampai 30 Oktober 2018.(wan/gnr)

Kirim Komentar