04 Jul 2018 14:15
Penyetaraan Ijazah Doktor Diduga Cacat Prosedur

ORI: Cabut Guru Besar Rektor Unima

MyPassion

MANADO—Posisi Prof Dr Julyeta Paulina Amelia Runtuwene MS, sebagai rektor Universitas Negeri Manado (Unima), terancam dicabut. Pasalnya, hasil pemeriksaan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) atas dugaan penyetaraan ijazah doktor (S3) luar negeri dan kenaikan jabatan fungsional dosen menjadi guru besar Runtuwene, cacat prosedur.

 

Surat rekomendasi kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristerdikti) terkait hal itu sudah diserahkan. Isinya, Kemenristekdikti harus mencabut jabatan istri Wali Kota Manado GSV Lumentut itu sebagai guru besar Unima dan melakukan evaluasi serta perbaikan.

Anggota ORI Ninik Rahayu menuturkan, pihaknya menemukan bukti Runtuwene tidak melengkapi visa pelajar pada saat penyetaraan ijazah Docteur bidang ilmu Sciences de Information et de la Communication yang ia dapatkan dari Université de Marne-la-Vallée, Perancis.

"Berkenaan dengan penyetaraan ijazah, maka Kemenristekdikti harus mencabut guru besar saudari Julyeta sebagai profesor dan guru besar di Universitas Negeri Manado," kata Rahayu seperti dilansir dari CNN Indonesia.

ORI juga berpendapat, kenaikan jabatan fungsional dosen menjadi guru besar atas nama Julyeta Paulina Amelia Runtuwene sebagaimana Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen Nomor: 59821/A4.5/KP/2010 tanggal 2 Agustus 2010 dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 59822/A4.5/KP/2010 tanggal 2 Agustus 2010 juga tidak sesuai prosedur.

"Karena ijazah doktor (S3) dari perguruan tinggi luar negeri yang dimiliki Julyeta belum mendapatkan kesetaraan dari pemerintah pada saat yang bersangkutan diangkat menjadi guru besar," jelas Rahayu.

Sementara, Runtuwene baru mengajukan penyetaraan pada 24 September 2010 dan hasinya baru terbit pada 18 Oktober 2010 sebagaimana Keputusan Direktur Jenderal Pen Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Nomor: 2024/DiktiKep/JLN/2010 tertanggal 18 Oktober 2010.

Menristekdikti Mohammad Nasir pun mengakui telah terjadi maladministrasi dalam penyeleksian guru besar perguruan tinggi negeri di Manado. Alasannya, surat penyetaraan ijazah yang dikeluarkan dari perguruan tinggi Perancis lebih lambat daripada saat pendaftaran.

"Dia lulus tahun 2008, pada bulan Juni. Penyetaraan ijazah dilakukan baru pada bulan Oktober 2010. Pengangkatan guru besar Unima terjadi pada bulan Agustus 2010. Tim menyatakan proses telah benar tetapi ijazah penyetaraannya lebih lambat maka terjadi maladministrasi," kata Nasir.

Nasir mengatakan, saat ini pihaknya akan terus melakukan evaluasi berkenaan dengan administrasi Runtuwene. Sanksi tegas juga disiapkan kepada pihak yang melanggar.

Sementara itu, Ketua Media Center Unima Dr Goinpeace Tumbel MAP MSi saat dikonfirmasi terkait masalah ini, enggan berkomentar banyak. “Minta maaf kami belum dapat info tentang itu,” singkatnya, saat dihubungi semalam. (tr-09/can)

Kirim Komentar