04 Jul 2018 16:06

Media Asing Soroti Tenggelamnya Kapal Feri di Selayar

MyPassion
Kapal feri tenggelam (BNPB)

MANADOPOSTONLINE.COM—Sedikitnya 24 orang, termasuk anak-anak, meninggal pada Selasa, (3/7), setelah sebuah kapal feri kandas di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Media asing Channel News Asia pada Selasa (3/7), turut memberitakan insiden mematikan kecelakaan kapal feri tersebut.

Kejadian mengenaskan itu bersamaan saat pihak berwenang secara resmi membatalkan pencarian lebih dari 160 orang yang masih hilang setelah sebuah feri tenggelam di Danau Toba, Sumatra Utara, dua minggu lalu.

Gambar kecelakaan terakhir menunjukkan beberapa penumpang mencoba bertahan dengan menempel pada sisi KM Lestari Maju. Sementara penumpang lainnya mengapung di laut menunggu bantuan.

Kapal feri itu mulai kandas sekitar 300 meter dari pantai. Ketika gelombang air membanjiri truk dan kendaraan lain di dek kapal sebelum mereka jatuh ke air.

Sebanyak 24 mayat telah ditemukan, dengan 74 orang yang selamat. Namun 41 orang belum ditemukan.

Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, "Beberapa penumpang masih di atas kapal karena hujan dan gelombang tinggi," katanya.

"Saat evakuasi sedang berlangsung, sebanyak 139 orang dan 48 kendaraan ada di atas kapal yang kandas itu," ujar Sutopo.

Sebuah armada kapal yang lebih kecil, termasuk kapal nelayan setempat sempat mencoba menolong menyelamatkan penumpang. Namun cuaca buruk membuat hal itu menjadi tidak mungkin.

Kapal berukuran 48 meter itu berlayar dari Sulawesi ke pulau Selayar di dekatnya saat angin kencang dan ombak besar. Kecelakaan di dunia maritim yang mematikan tidak jarang terjadi di Indonesia, di mana banyak orang bergantung pada perahu untuk berkeliling 17.000 negara kepulauan pulau dengan standar keamanan yang longgar. (jpc/mpo)

Kirim Komentar