03 Jul 2018 12:28

Warga Tuntut Copot Kumtua Sampiri

MyPassion
Wakil Ketua DPRD Denny Wowiling, Stendy Rondonuwu, Fredriek Runtuwene, Joseph Dengah saat menerima aksi demo warga Sampiri, Senin (2/7) kemarin. (Ridel Palar/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Puluhan warga Desa Sampiri, Kecamatan Airmadidi menyambangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa Utara (Minut) menuntut Hukum Tua (Kumtua) segera dicopot dari jabatannya.

Pantauan Manado Post, puluhan warga, dari lansia hingga anak-anak mendatangi Kantor DPRD, berteriak dan menuntut Kumtua Sampiri segera dicopot.

Sebagai wakil rakyat, Wakil Ketua DPRD Denny Wowiling, Stendy Rondonuwu, Fredriek Runtuwene, dan Joseph Dengah langsung merespon keluhan warga, hingga mengarahkan mereka masuk ke ruang siding.

Met Lumingkewas selaku Kordinator Aksi mengatakan sebagai masyarakat Desa Sampiri mendesak DPRD untuk segera menurunkan Kumtua. "Karena ada beberapa tuntutan yang mendasar sehingga Kumtua harus diganti. Pertama perbuatan amoral karena mencabuli warganya, hingga memicu reaksi pimpinan GMIM Sion Sampiri sampai diberhentikan dari penatua karena melanggar tata gereja," tuturnya.

Selain itu, Kumtua Fecky Pieter juga diduga terindikasi menyalagunakan anggaran dana desa. Karena ada beberapa bangunan desa yang tidak sesuai dengan anggaran, seperti jalan desa Mapera, pagar balai desa, jalan Kelong.

“Pembagian rastra juga tebang pilih. Karena ada masyarakat yang seharusnya mendapatkan jatah tetapi tidak di data,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Berty Kapojos SSos mengatakan, semua laporan terkait masalah ini, akan dikaji. “Warga jangan terpancing atau terprovokasi, sehingga terjauh dari anarkis," tutupnya.(tr-04-ria)

 

Kirim Komentar