03 Jul 2018 12:08

Pemkot Mediasi Warga Tondangou dan PGE

MyPassion
Novi Politon

MANADOPOSTONLINE.COM—Nasib sejumlah warga di Kelurahan Tondangouw akibat terdampak limbah buangan PT Pertamina Geotermal Energy (PGE) Lahendong diharapkan menemui titik terang. Pasalnya, pekan depan, Pemkot Tomohon melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) siap melakukan mediasi bersama antara masyarakat dan BUMN energi tersebut. “Setelah launching TIFF, ada staff saya yang telah berkunjung ke PGE Lahendong. Mudah-mudahan kali ini bisa bertatap muka,” ujar Kepala DLH Novi Politon.

Dia berharap kali ini PGE bisa lebih kooperatif. “Dalam beberapa rencana agenda pertemuan, tingkat kooperatif PGE Lahendong masih jauh dari harapan,” katanya. Dia berharap. kali ini bisa bertemu. “Karena ini sudah ke sekian kalinya kita mengagendakan. Prinsipnya, kita hanya mempertemukan, segala teknis kebijakan yang dihasilkan murni hasil musyawarah ke dua belah pihak,” bebernya.

Sementara Lurah Tondangouw Sylvia Mawuntu menambahkan, setelah agenda internal PGE Lahendong, dirinya siap mengkoordinir seluruh warga yang ditengarai belum mendapatkan ganti rugi dari PGE Lahendong. “Memang belum semua yang mendapatkan ganti rugi. Sudah ada mekanisme proses pergantian, tapi ada sebagian warga yang merasa kurang pas dengan apa yang ditawarkan PGE Lahendong. Ini yang masih perlu dimusyawarahkan lagi,” jelas Mawuntu.

Terpisah, General Manager PGE Lahendong Salvius Patangke bersikukuh, metode ganti rugi yang ditawarkan telah diakomodir sebagian besar masyarakat. Malah, dirinya menyatakan, proses pengalihan status lahan sudah sesuai prosedur yang berlaku. “Malah sebagian besar lahan kita beli diatas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP),” singkat dia. (jul/fgn)

 

 

Kirim Komentar