03 Jul 2018 11:30

Gaji Guru di Boltim Dipotong Bayar TGR

MyPassion
Yusri Damapolii

MANADOPOSTONLINE.COM—Beberapa guru yang berada di Kabupaten Boltim mengeluhkan gaji mereka mendapatkan potongan. Dengan alasan untuk menutupi Tuntutan Ganti Rugi (TGR). "Gaji kami dipotong. Katanya, untuk menutupi TGR. Padahal kami sama sekali tidak menerima uang tersebut. Kenapa harus gaji kami yang dipotong," ungkap Jack Malonda salah seorang guru di SMP Jiko, dengan nada heran.

Dia pun membeber jumlah uang yang dipotong untuk menutupi TGR tersebut. "Sekitar sejuta lebih," sebutnya. Dia memastikan, bukan hanya dirinya saja yang mendapatkan potongan, tapi juga guru-guru yang lain. "Bukan hanya saya. Ada juga guru yang lain. Tapi jumlah potongannya berbeda," katanya.

Senada dikatakan Yani Masoara, salah seorang guru. Dia mengaku jika gaji yang diterimanya sudah mendapatkan potongan. "Ada potongan juga. Kami meminta penjelasan dari pemerintah. Karena ini menyangkut hak," tekannya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Boltim Yusri Damapolii ketika dikonfirmasi menjelaskan, jika pihaknya tidak melakukan pemotongan terhadap gaji para guru. Menurur dia, pembayaran gaji tersebut belum sempat dibayarkan. Karena saat itu bendahara keuangan yang biasa membayarkan gaji berada di laur daerah. "Jadi bendahara saat itu ada di Jakarta. Karena suaminya dioperasi," jelasnya.

Lanjut dia, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan dan mengkonfirmasi terkait pembayaran honor kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Di mana semua PNS dan tenaga honorer yang dibiayai oleh APBD tidak bisa menerima honor atau insentif saat ada kegiatan. "Karena bendahara belum ada, maka pelunasannya diambil dari gaji mereka yang belum terbayarkan," papar Damapolii.

Namun, dia memastikan bulan ini semua gaji tersebut akan dibayarkan. Artinya beberapa guru yang mendapatkan pemotongan tersebut akan segera menerima kembali uangnya, saat bendahara sudah ada. "Karena saat ini bendahara masih izin. Kalau sudah masuk semuanya akan dibayarkan lagi. Dan tidak ada yang harus dikhawatirkan. Karena semua anggaran ada," tukasnya. (tr-01/ite)

Kirim Komentar