02 Jul 2018 13:06
Maramis: Demo, Itu Hal Biasa

Menristekdikti Minta Rektor Unsrat Jalankan Amanah

MyPassion
Wakil Rektor II Dr Ronny Maramis, Dr Rignolda Djamaluddin, Toar Palilingan MH, Jubir Unsrat Hesky Kolibu MT, usai diskusi.(Grand Regar/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) harus terus berjalan maju menjadi universitas kelas dunia. “Saya tegaskan jika rektor yang sudah dilantik yakni Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat, agar segera menjalankan tugas dengan penuh tanggung-jawab. Ini adalah amanah, harumkan nama Kemenristekdikti dan tunaikan kewajiban,” tegas Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat melantik para pejabat perguruan tinggi di Indonesia, termasuk rektor Unsrat, pekan kemarin.

Lanjut Nasir, berbagai kemajuan yang sudah dicapai Unsrat seperti akreditasi A dan status BLU juga dalam waktu dekat ini akan melanjutkan pembangunan rumah sakit pendidikan terbesar di Indonesia Timur, harus dilanjutkan dan kembangkan. “Wujudkan Good Governance, yaitu tata kelola yang baik, dan Good University Governance tata kelola universitas yang baik. Ada empat instrumen utama, yaitu transparansi, awareness, accountability, dan responsibility. Empat instrumen tersebut dapat diterapkan di Unsrat, sehingga bisa mencapai universitas kelas dunia,” tegasnya lagi.

Ditegaskan pula, rektor harus dikawal dengan baik agar pencapaian tugas dan fungsi yang telah diamanatkan bisa dilakukan secara efektif dan efisien. “Jangan ada riak-riak lagi, proses pilrek sudah selesai dan sudah sah dilantik, itu artinya semua elemen harus kembali bersatu membangun ke depan,” pesannya.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang hadir dalam pelantikan, ikut memberikan dukungan bagi Prof Ellen. Ia berharap Unsrat bisa lebih hebat. “Jadilah yang terbaik, di bawah pimpinan rektor Prof Ellen, Unsrat semakin gemilang dalam mengharumkan nama Sulut dan terus berpartisipasi dalam pembangunan SDM,” tambah Dondokambey.

Berbagai dukungan ini, bukan berarti memuluskan langkah Unsrat untuk terus maju. Diketahui beberapa aksi demo diduga sengaja dilakukan pihak tertentu untuk memperkeruh suasana bahkan ingin menggagalkan proses pelantikan baik di Manado maupun di Jakarta. Menanggapi aksi-aksi ini, Wakil Rektor II Dr Ronny Maramis menegaskan itu hal yang biasa. “Demo itu hal biasa, sudahlah tak usah ditanggapi. Riak-riak demokrasi memang demikian adanya, Unsrat harus terus maju bukannya mundur ke belakang. Biasa saja,” tukasnya sembari tersenyum.

Ditegaskan Maramis, kalaupun demo sebaiknya dilakukan dengan terhormat, jangan mempermalukan nama Unsrat hanya karena kepentingan sesaat. “Tempuhlah cara-cara terhormat, sesuai prosedur, kalau hanya berteriak-riak di jalanan tanpa dasar bahkan ironisnya, pendemo di Kemenristekdikti tersebut tidak bisa menyebut nama rektor Unsrat dengan benar itu artinya bukan orang Unsrat. Nah, lantas siapa mereka? Silahkan nilai sendiri, jangan-jangan hanya massa bayaran,” ketusnya.

Senada disampaikan juru bicara Unsrat Hesky Kolibu MT. ia menegaskan penyebaran berita bohong (hoax) dan fitnah segera dihentikan. “Save Unsrat, ini lembaga pendidikan ternama dihuni oleh para intelektual, jangan mempermalukan Unsrat hanya karena kepentingan oknum tertentu. Apalagi kalau ada orang Unsrat atau alumni yang mempermalukan Unsrat, itu tindakan tak terpuji,” tandas Kolibu.

Baik Maramis mapun Kolibu, mereka mencontohkan soal filofosofi pohon yang semakin tinggi. “Pasti lebih banyak terpaan anginnya. Jangan takut, terpenting kita semua civitas akademika Unsrat tetap tegak berdiri menghalau badai yang ada. Setiap niat baik pasti ada jalan sebaliknya, orang yang menabur angin pasti menuai badai, Tuhan yang akan memberkati perjuangan Unsrat ke depan,” tutup Maramis diamini Kolibu.(gnr)

Kirim Komentar