27 Jun 2018 14:45

Wakil Ketum Demokrat Diperiksa BPK

MyPassion
Penyidik KPK saat sedang melakukan penggeledahan di kantor firma hukum Fredrich Yunadi.(Ridwan/JawaPos.com)

MANADOPOSTONLINE.COM—Wakil Ketua Umum Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Irvanto dan Made Oka. Usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurhayati memilih bungkam saat dicecar berbagai pertanyaan oleh awak media. 

Nurhayati yang datang dengan menggenakan kemeja batik, kerudung hitam dan celana hitam, keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Selasa (26/6) sekitar pukul 15.25 Wib. Seperti dilansir Jawapos.com (Grup Manado Post). Dia terus diam sembari berjalan menuju mobil pribadi yang sudah menunggunya saat dihampiri sejumlah awak media.

Untuk diketahui, juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut, pemanggilan sejumlah anggota DPR RI tersebut adalah guna mengklarifikasi sejumlah fakta yang berkembang termasuk soal pembahasan anggaran dari proyek yang kemudian merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

“Jadi memang kita terus mengklarifikasi dan mendalami terus termasuk menguji informasi yang ada terkait dengan aliran dana atau proses-proses penganggaran,” jelas Febri kepada wartawan, pada Senin (25/3)

Sebagai informasi, saat bersaksi dalam persidangan terdakwa Anang Sugiana Sudihardjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, di bawah sumpah pengadilan, Irvanto kemudian membuka sejumlah nama anggota DPR yang menerima uang dari proyek yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

“Untuk Pak Chairuman yang pertama itu 500.000 dolar AS, kedua 1 juta dolar AS, terus untuk Pak Mekeng 1 juta dolar AS, terus ke Pak Agun itu 500.000 dolar AS, dan 1 juta dolar AS, terus ke Pak Jafar Hafsah 500.000 dolar AS, dan 100.000 dolar AS, dan ke ibu Nur (Ali) Assegaf itu 100.000 (dolar AS)," ungkap Irvanto saat itu.(ite)

Kirim Komentar