27 Jun 2018 14:39

Toga: Pilih Sesuai dengan Nurani

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Hari ini (27/6) merupakan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di enam kabupaten/kota di Sulawesi Utara (Sulut). Semua pihak termasuk tokoh agama (toga) mengharapkan Pilkada serentak ini dapat berjalan dengan baik.

Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Pdt Hein Arina mengatakan, Pilkada merupakan sebuah standar dalam sebuah negara demokrasi dan ini sudah biasa dilakukan. "Saya kira masyarakat sudah sangat dewasa dalam menghadapi Pilkada, karena tidak baru kali ini saja dilaksanakan atau sudah dilakukan berulang-ulang," ujarnya.

Lanjutnya, untuk menyalurkan hak demokrasi kita, harus benar-benar dari nurani dan jangan gampang terpengaruh dengan bujukan-bujukan atau rayuan yang hanya mendatangkan kepentingan sesaat saja. "Ketika kita menyalurkan hak suara dengan nurani kita, itu semata-mata untuk kepentingan bangsa, daerah bahkan seluruh masyarakat," tuturnya.

Tambahnya, sebagai masyarakat yang religius tentunya harus menghindari konflik-konflik yang dapat merusak hubungan kekeluargaan, baik sesama masyarakat, jemaat bahkan keluarga. "Mari sebagai jemaat bahkan masyarakat, kita bersama-sama mensukseskan pesta demokrasi ini," pungkasnya.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur mengatakan, ini namanya sebuah demokrasi, jadi harus dikawal, termasuk umat beragama untuk mengawal Pilkada ini sampai selesai, sukses serta dapat terpilihnya pemimpin-pemimpin yang amanah, bertanggung jawab serta terpercaya. "Masyarakat jangan gampang terpengaruh dengan hal-hal yang tidak benar, misalnya polotik uang yang tidak dibenarkan oleh hukum, bahkan MUI sendiri sudah membuat pernyataan mengenai bahaya politik uang itu sendiri," ungkapnya.

Gafur juga mengatakan, masyarakat yang ada di enam kabupaten/kota diharapkan dapat melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara yang baik dengan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) hari ini. "Diharapkan Pilkada serentak kali ini dapat berjalan dengan aman, tentram, damai serta berlangsung rahasia tanpa interfensi dari siapapun juga," tandasnya.

Senada Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Js Pon Riano Baggy mengungkapkan, sebagai umat beragama tentu kita harus mempersiapkan pilihan sesuai dengan nurani kita. Apa yang dirasa benar maka itu yang dilaksanakan sesuai dengan yang diketahui terkait visi dan misi. "Sebagai umat yang percaya kita meyakini suara kita adalah merupakan juga suara Tuhan," ujarnya.

Tambahnya, umat harus lebih bijaksana melihat perkembangan Pilkada ini yang sering dirusak dengan politik uang dan berita hoax. Jangan sampai hal ini, dapat merubah hubungan kekerabatan kita sebagai warga masyarakat. Yang paling penting untuk dicermati, yaitu visi dan misi para calon tersebut. "Mari kita mensukseskan kegiatan Pilkada serentak ini tanpa politik uang dan hoax yang bisa juga memicu terjadinya konflik antar sesama kita," tandasnya.

Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM Gbl Fetrisia Keke Alling MTh mengungkapkan, sebagai umat harus benar-benar menjadi contoh yang baik dalam pelaksanaan Pilkada ini, salah satunya dengan menolak tindakan seperti politik uang, yang perlu diperhatikan yaitu nasib kita ke depan, bukan hanya untuk kepentingan sesaat. "Sebagai warga negara yang baik mari kita sama-sama sukseskan Pilkada tahun 2018 ini, dengan aman, damai dan bersih," pungkasnya.(tr-07/tan)

Kirim Komentar