27 Jun 2018 17:05

Manado Pusat Jasa Keuangan dan Perdagangan

MyPassion
Dr Jeffry Wurangian

MANADOPOSTONLINE.COM - Mungkin kita kurang memperhatikan “Cayman Islands”, suatu kepulauan terdiri dari 3 pulau kecil yaitu Cayman besar, Cayman Brac, Cayman kecil. Luasnya hanya sekitar 264 km2, dengan penduduk sekitar 60,000 jiwa, dengan ibu kotanya George Town.

Sebagai teritori Kerajaan Inggris Raya, letaknya di Laut Karabia bagian barat, berdekatan dengan negara Kuba, Honduras Utara, Jamaika.  Kepulauan ini kira-kira ada kemiripan kalau kita melihat Kabupaten Sitaro, terdiri dari 3 pulau sebut saja “Sitaro Islands” ( Siau, Tagulandang, and Biaro) luasnya hampir sama, sekira 275 km persegi. Dengan jumlah penduduk sekira 75 ribu jiwa.

Cayman Islands, Sitaro Islands, sekilas data di atas antara kedua kepulauan ini hampir sama. Tapi kalau kita amati lebih cermat lagi dan bertanya mana yang lebih terkenal di dunia, lebih maju, dan rakyatnya lebih makmur? Jawabannya Cayman Islands sangat jauh lebih maju, makmur dan sejahtera.

Sekalipun dibandingkan dengan Provinsi Sulawesi Utara yang luasnya sekira 60 kali lebih besar. Yaitu 13.851 km persegi. Bahkan dibandingkan dengan negara Indonesia sekalipun, Cayman Island jauh lebih maju dan sejahterah. Lihat saja income per kapita Cayman Islands, ukuran tingkat kesejahteraan penduduknya.

Pendapatan per kapita Cayman Islands sekira USD 58.000 sedangkan Indonesia yang luasnya 1.904.569 km persegi, dan memiliki lebih dari 13.700 pulau dan penduduk 260 juta jiwa, dengan kekayaan alam yang luar biasa nilainya, memiliki pendapatan per kapita hanya sekira USD 4.000. Di mana Sitaro Islands sudah termasuk didalam income per kapita tersebut.

Kenapa? Karena Cayman Island, teritori di bawah pemerintahan Inggris Raya (UK)  meletakkan kebijakan ekonominya secara otonomi terbatas, yaitu pada Industri jasa keuangan, perbankan internasional. Sir Vassel Johnson, adalah pemimpin awal di Cayman Island  yang mempunyai ide besar, yaitu Cayman Island harus dirubah secara fundamental, melebihi dari pulau, kepulauan yang ada di belahan bumi ini secara alamiah dan merubahanya dengan memberikan value tinggi berupa menjadikan Kota George Town, Cayman Islands menjadi pusat industri jasa keuangan  dan perbankan internasional.

Apakah mungkin menjadikan George Town, Cayman Islands, kepulaun kecil seperti Sitaro Islands di Sulawesi Utara akan menjadi pusat industri jasa keuangan, perbankan dunia? Tidak masuk akal apalagi harus meyakinkan Ratu Inggris sebagai atasannya yang sarat dengan prosedur dan tata krama kerajaan. Gubernur sebagai pimpinan ditunjuk oleh Ratu Inggris. Sir Vassel Johnson, sebagai pemimpin di Cayman Island meyakinkan ide besarnya itu kepada atasannya dan jadilah Cayman Islands pusat industri jasa keuangan, perbankan internasional yang sangat terkenal di dunia hingga saat ini.

Kepulauan yang dikenal dengan Tax Haven,  pajak corporasi, personal, pajak  keuntungan dibebaskan, dan berbagai aset, real estate siapapun pemiliknya yang ditempatkan atau berada di Cayman Islands, tidak dikenakan pajak. Tidak ada pajak langsung yang ditetapkan kepada setiap penduduk maupun perusahan-perusahaan yang ada.

Pendapatan pemerintah hanya berasal dari pajak tidak langsung seperti impor barang, produk sekira 22-25 persen, turis, akomodasi, airport tax, fee perusahaan di dunia yang membuka kantornya di Cayman Islands. Tanpa ide besar dari berbagai jasa dan insentif yang ditawarkan ini maka Caymand Island hanyalah kepulauan biasa seperti lainnya yang tidak berarti apa-apa tanpa memberikan nilai (value) di atasnya.

Efek positif dari ide besar ini, di kota George Town, ibu kota Cayman Islands memiliki 158 bank, tersebar di wilayah perkotaan, termasuk 11 bank yang hanya melayani kegiatan perbankan lokal, yang jumlah penduduknya hanya sekira 30 ribu jiwa. Dari 50 bank-bank terbesar di dunia, ada sekira 40 bank berada di kota ini termasuk 80 perusahan jasa akuntan dunia, jasa hukum internasional seperti Maples & Calder, perusahan-perusahaan konsultan keuangan.

Kota George Town, Cayman Islands adalah pusat industri keuangan internasional terbesar ke-5 di dunia, di mana Bank BUMN, Bank BRI dan Bank Mandiri juga ikut tertarik membuka  kantor cabang di Cayman Islands. Melihat kemajuan industri jasa keuangan dari pada Cayman Islands, maka kini saatnya di era teknologi digital-internet, Kota Manado, Sulawesi Utara mengadakan perubahan besar platform kebijakan pengembangan ekonominya di mana menjadikan Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara sebagai pusat kota “Industri Jasa Keuangan, dan Perdagangan dunia”. 

Sulut memiliki modal infrastruktur awal yang sudah ada secara alami (endowment) seperti pelabuhan Bitung, Manado, Likupang, Kema, Amurang, Bolmong, Sitaro, Sangihe dan Talaud yang tidak dimiliki oleh Caymand Islands. Belum lagi, keindahan laut di Bunaken, lembeh, Nusa Utar dan lainnya. Dijaman kolonialisme Portugis, Spanyol dan Belanda terakhir bertengger di Indonesia sekira 350-400 tahun, dan khususnya Sulawesi Utara, karena perdagangan rempah-rempahnya (spices), pala, merica, cengkih, dan kelapa dan lainnya. Apakah komoditi2 ini masih menjadi andalan utama kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara?

123
Kirim Komentar