27 Jun 2018 09:08

Manado Pusat Jasa Keuangan dan Perdagangan (habis)

MyPassion
Oleh: Jeffry Wurangian

SUDAH saatnya membangun daerah sendiri, Manado, Sulawesi Utara. Pepatah katakan, kuman di seberang lautan tampak tapi justru gajah di pelupuk mata tidak tampak. Nah, gajah yang di pelupuk mata yang harus dilihat sekarang. Kesempatan (opportunity) untuk mengadakan perubahan besar telah tiba, waktu yang tepat (momentum) adalah saat ini (action), di era teknologi informasi digital-internet, fokuskan arah panah (ide, capability dan ability) ke satu sasaran perubahan besar,  fundamental bisnis ekonomi Manado, Sulawesi Utara yaitu pusat industri jasa keuangan dan perdagangan. Seperti Caymand Island, Singapore, Hongkong dan lainnya.

Manado menjadi pusat industri jasa keuangan dan perdagangan bukan suatu hal yang asing, aneh dan tidak masuk akal. Tapi sudah waktunya sekarang di zaman now, mengembalikan perjuangan founding father keuangan Indonesia, asal Minahasa, Sulawesi Utara yaitu Menteri Keuangan di Indonesia, AA. Maramis di era tahun 1945. Yang menanda tangani uang pertama di Indonesia dan juga saat ini diabadikan di pecahan uang kertas dua puluh ribu rupiah. Saatnya tiba Manado, menjadi pusat jasa keuangan, dan perdagangan di Indonesia Timur, tempat asal Menteri Keuangan RI, AA Maramis.

 

Sejarah di Indonesia membuktikan bahwa bukan sedikit putra-putri terbaik Minahasa, Sulawesi Utara turut berperan mendirikan NKRI, berperan dan berjuang di tingkat nasional melalui berbagai perjuangan mereka di bidang keahliannya. Mereka para senior kita berhasil, dan tercatat dalam sejarah nasional, misalnya Maria W Maramis (pahlawan nasional, pelopor hak asasi wanita), LN Palar (pahlawan nasional, duta besar PBB), Dr Sam Ratulangi (pahlawan nasional, tokoh pendidikan), PM Tangkilisan (anggota delegasi RI sebagai LO pada perjajian Linggarjati dan Renville, anggota konstituante), Arie F Lasut (pahlawan nasional, pendiri Jawatan Pertambangan dan Geologi), John Lie (pahlawan nasional), Robert Wolter Monginsidi (pahlawan nasional), Herling Laoh (Menteri Pekerjaan Umum 1947-1950), Arnoldus IZ Mononutu (Menteri Penerangan 1949-1950), Frits Laoh (Menteri Perhubungan 1955-1956), FJ Inkiriwang (Menteri Perindustrian 1957-1959), Gustaf A Maengkom (Menteri Kehakiman 1957-1959), Alexander A Maramis (Menteri Keuangan Pertama Indonesia), Wilhelm J Rumambi (Menteri Muda Penghubung MPR/DPR 1950-1962), Frans F Umbas (Menteri Muda Perekonomian 1956-1957), Annie A Manopo (wanita Indonesia pertama menjadi sarjana hukum), Marie Thomas (dokter wanita dan dokter kandungan pertama di Indonesia), Johanna Tumbuan Masdani (perintis kemerdekaan Indonesia), Daan Mogot (pahlawan nasional, Kepala Akademi Militer Tangerang pertama), Pierre A Tendean (pahlawan revolusi Indonesia), Henk Ngantung (Gubernur DKI Jakarta) dan masih banyak lagi.

Dengan melihat kemampuan SDM dari para founding father asal Manado, Minahasa, Sulawesi Utara, dapat menjadikan pemicu semangat yang positip bahwa anak cucunya, keturunan Toar Lumimuut bisa meneruskan cita-cita perjuangan para seniornya untuk membangun daerah sendiri, kampung halamannya, yaitu  Manado, Sulawesi Utara menjadi pusat jasa keuangan dan perdagangan Internasional. Perubahan besar ini memerlukan pendanaan yang besar, para investor, dan pemimpin yang inspiratif, visioner yang mempunyai ide besar perubahan, terobosan seperti Sir Vassel Johnson, yang merubah kota George Town, Cayman Islands, menjadi kepulauan yang tadinya tidak dikenal, kecil, dan tiba-tiba menjadi terkenal di dunia dengan jasa keuangannya, bebas pajak dan rakyatnya makmur.

Manado, Sulawesi Utara baik letak geografis, kekayaan lautnya, sumber daya alam, pertambangan, tanah yang subur untuk pertanian dan yang sangat kaya, jauh melebihi Caymand Island sebelum diadakan perubahan oleh Sir Vassel Johnson. Kemampuan management yang profesional, berani, inovatif dan visioner, dengan penuh wisdom akan menjawab semua kebutuhan, permasalahan dan solusinya, there is a will there is a way. Manado kedepan akan berubah wajah, kesibukan dan kemajuannya.

Di zaman now, berterima kasih, para akhli telah menciptakan suatu perkembangan teknologi dunia maya, digital internet termasuk satelit sebagai alat komunikasi terkini. Dunia tempat kita tinggal, berpijak tidak lagi ada pembatas, jarak, ruang dan waktu antara Manado dengan New York, London, Paris, Tokyo dan kota dimana saja dibelahan dunia ini.Teknologi informasi virtual ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan bisnis, dll usaha yang dapat menjangkau sekitar 7 miliar penduduk dunia. Dengan alat komunikasi seperti telpon genggam Android, Apple, Laptop, Komputer, Ipad komunikasi dengan sanak famili, keluarga, teman seprofesi, dan dengan pihak manapun dapat dilakukan dengan mudah, termasuk berbisnis.

Budaya masyarakat Minahasa, Manado, Sulawesi Utara sangat mendukung perubahan konsep ekonomi daerah yang memanfaatkan tehnologi informasi digital-internet dan dengan semangat mapalus, seluruh stakeholder yang ada dan bersatu untuk satu tujuan yang sama untuk menjadikan kota Manado menjadi pusat industri jasa keuangan, perbankan dan perdagangan di kawasan Indonesia Timur. Semoga. (***)

Kirim Komentar