26 Jun 2018 14:36

Cerita Virgil Abloh di Balik Keunikan Koleksi Menswear Louis Vuitton

MyPassion
Fashion show Louis Vuitton Men's Spring Summer 2019 di Paris Fashion Week.(nytimes)

MANADOPOSTONLINE.COM—Tidak diragukan lagi, munculnya koleksi busana pria nyentrik dengan kesan mewah dari fashion show Louis Vuitton Men's Spring Summer 2019 terjadi berkat tangan dingin sang creative director, Virgil Abloh. Pertunjukan yang diadakan di halaman utama Royal Palais, Paris, sang perancang berhasil membawa label high-endtersebut ke dalam sesuatu yang out of the box.

Dilansir dari Nytimes, Senin (25/6) kemarin, dengan tajuk 'We Are the World' tersebut terinspirasi dari acara amal tahun 1985 dalam mendukung bantuan kelaparan di Ethiopia. Pertunjukan lini busana pria kali ini terbilang unik karena menampilkan sejumlah model dari beragam etnik. Hadir pula sejumlah musisi beken seperti Kid Cudi, Playboi Carti, dan London Theophilus yang tidak pernah terjadi selama lima tahun terakhir.

"Alasan munculnya keragaman dalam show ini karena saya melihat hal yang sama sebelumnya ditunjukkan oleh raja Prancis, Bernard Arnault yang memiliki Vuitton sebagai bagian dari keragaman yang mewah atau LVMH Louis Vuitton Moët Hennessy," jelas Virgil.

Sebelum di Paris, tema keragaman atau diversity juga pernah ditampilkan di Florence dan Milan dengan melibatkan model dari berbagai ras atau warna kulit. Abloh pun menyeleksi para model dengan bantuan internet. Di antaranya kawasan Asia sebesar 19 persen dan Afrika sekitar 13 persen. Sisanya Eropa serta Amerika. 

Pada sore yang cerah itu, serangkaian koleksi berhasil ditampilkan dengan dekorasi lighting penuh warna. “Orang-orang mengira aku hanya memasang garis pada hoodie dan jaket tebal lainnya. Padahal tidak demikian," ucapannya seperti dilansir Nytimes.

Seperti karakter desainnya, runway dibuka dengan setelan double-breasted yang dikenakan di atas celana berlipat. Seperti DNA Vuitton pakaian tersebut dipasangkan dengan sepatu kulit buaya warna putih matte dan sebuah tas jinjing. Ia menamai kombinasi ini sebagai 'Accessomorphosis' yakni istilah yang ia ciptakan untuk memadukan pakaian dengan aksesoris untuk mendorong penjualan Vuitton.

Selain itu, pada sesi lainnya terdapat model yang membawa dompet atau tas pinggang bertali. Konsep ini terinspirasi dari aksesori hibrida yang sempat tren tahun 90-an. Keseluruhan pakaian ditampilkan dengan berbagai volume atau ukuran yang berubah-ubah.

Tak lupa Abloh juga menyelipkan karakter dari labelnya sendiri, 'Off-White' yang lekat dengan desain transparan, asimetri, dan skate yang tak terlukiskan. Kesan romantisme muncul melalui motif jaket berpayet yang menggambarkan Dorothy Gale tertidur di tempat tidur mawar. Kesan itu mencerminkan seseorang yang sedang mengejar impian.(jpc/mpo)

Kirim Komentar