22 Jun 2018 15:22

Teknologi VAR Selamatkan Debut Wasit Asal Uni Emirat Arab dari Noda

MyPassion
Wasit Mohammed Abdullah saat memberikan kartu kuning kepada Aquino sekaligus memperbaiki kesalahannya.(AFP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Teknologi VAR (Video Assistant Referee) telah melakoni debut di Piala Dunia. Memang masih ada pro dan kontra soal penerapan teknologi ini di Piala Dunia. Namun FIFA sebagai otoritas sepak bola dunia tetap keukeuhmenerapkan teknologi ini di Piala Dunia 2018.

VAR memang bertujuan untuk memberikan pertandingan yang lebih fair. Meminimalkan setiap kesalahan putusan yang diambil wasit. Bahkan termasuk menyelamatkan sang wasit dari kesalahan pengambilan keputusan.

Adalah Mohammed Abdullah Hassan yang jadi pengadil di laga Prancis kontra Peru, Kamis (21/6) malam kemarin. Wasit asal Uni Emirat Arab ini bekerja dengan baik nyaris sepanjang pertandingan. Kecuali sedikit kesalahan yang dilakukannya menjelang akhir pertandingan.

Saat itu terjadi pelanggaran yang dilakukan pemain Peru terhadap Nabil Fekir sekitar menit ke-80. Dalam rekaman ulang, terlihat pelanggaran tersebut memang terlihat cukup keras dan layak diganjar kartu kuning oleh Mohammed Abdullah.

Masalahnya, dia memberikan kartu kuning kepada pemain yang tidak bersalah. Abdullah justru memberikan kartu kuning kepada Edison Flores. Pemain Peru dengan nomor punggung 20 itu hanya bisa geleng-geleng kepala sambil terheran-heran dengan putusan wasit tersebut.

Abdullah pun patut berterima kasih dengan adanya teknologi VAR. Pasalnya, catatan karir dia sebagai wasit FIFA terselamatkan berkat teknologi ini. Karena, satu menit kemudian dia menyatakan pembatalan kartu kuning Flores. Abdullah pun kemudian mengacungkan kartu kuning kepada pemain Peru, Pedro Aquino yang memang melakukan pelanggaran kepada Fekir.

Bisa jadi wasit VAR, Daniele Orsato, yang duduk di depan sejumlah layar televisi di sebuah ruangan khusus ini menghubungi Abdullah melalui alat komunikasi. Tampak di layar televisi, keterangan pembatalan kartu kuning Flores dengan sebuah kode VAR di sudut kotak informasi.

Abdullah dan dua asisten wasit, Mohammed Ahmed Al Hammadi dan Hassan Al Mahry, mungkin berharap kesalahan tersebut tak dimasukkan dalam catatan karir mereka. Sehingga mereka bisa kembali bertugas untuk menjadi pengadil di laga Piala Dunia berikutnya tanpa imbuhan catatan buruk.

Bagaimanapun wasit adalah manusia biasa. Tak luput dari kesalahan. Karena itulah teknologi VAR digunakan di Piala Dunia.(jpc/mpo)

Kirim Komentar