21 Jun 2018 14:40

Sanksi Nonjob Menanti Pejabat Boltim Tak Ikut Apel

MyPassion
Sehan Landjar

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemerintah Kabupaten Boltim memberikan sanksi tegas jika ada PNS yang menambah libur. “Saya akan memberikan sanksi tegas kepada pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tak ikut apel pagi Kamis (21/6), hari ini,” ungkap Bupati Boltim Sehan Landjar.

Menurut bupati, semua PNS yang memegang jabatan eselon II, III dan IV yang tidak hadir pada apel perdana, mereka dapat sanksi di nonjobkan dari jabatan. “Libur panjang untuk PNS sudah berakhir Rabu (20/6), sehingga bagi PNS dan pimpinan SKPD yang tidak ikut apel sudah tentu langsung diberhentikan atau di nonjobkan dari posisi pimpinan SKPD, ” tegas bupati dua periode tersebut.

Bupati mengatakan, libur atau cuti bersama yang dimulai tanggal 11 Juni sampai 20 Juni, dianggap sudah cukup bagi PNS. Sehingga bupati berharap, ketika libur berakhir  semua PNS masuk kerja seperti hari-hari biasa. “Semua pegawai SKPD harus masuk kantor dan mengikut apel bersama. Namun jika ada pejabat atau PNS yang sengaja menambah liburnya sendiri, maka sanksi bagi pejabat tersebut segera diberlakukan,” warningnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Boltim Robbi Mamonto mengingatkan, kepada PNS agar tidak menambah libur karena ada sanksi yang menanti bagi PNS yang tambah libur sendiri. “ASN yang tidak ikut apel pagi atau tidak masuk kantor sesudah libur panjang akan dikenakan sanksi yakni, pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 50 persen sesuai surat edaran Bupati Boltim Sehan Landjar,” tegas Robbi.

Tak hanya sanksi pemotongan tunjangan, bisa saja ada sanksi jenis lain berdasarkan juga jenis pelanggarannya. “Dilihat dari berapa hari mereka menambah libur dan sebagainya, maka ada sanksi lain diberikan,” katanya.

Senada dikatakan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Boltim Muhammad Assagaf. Dia mengatakan, ketika habis masa libur maka sebaiknya ASN Boltim tidak menambah libur sendiri. “Sanksi nya sudah jelas, jadi bagi PNS yang menambah libur tentu akan ada pemotongan tunjangan sebesar 50 persen, ” tukasnya. (tr-01/ite)

Kirim Komentar