19 Jun 2018 11:03

Peserta Keluhkan Mekanisme Pembayaran BPJS Kesehatan di Minahasa

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Peserta BPJS Kesehatan yang tercover melalui cabang Tondano mengeluhkan mekanisme pungutan iuran. Pasalnya, ada anggota yang sudah meninggal namun nyatanya masih dimintai iuran. “Ayah saya sudah meninggal, sehingga ibu saya hanya membayar iuran BPJS Kesehatan untuk satu orang. Sudah bayar tanpa iuran suami. Tapi setelah sistem pembayaran berubah jadi sistem satu KK, maka tagihan terhadap almarhum ayah saya muncul lagi. Saya pun komplain ke BPJS Kesehatan Cabang Tondano,” cerita anak mereka yang tak ingin namanya dikorbankan.

Dia melanjutkan, dari komplain yang diberikan, jawaban pihak BPJS Kesehatan Tondano, tunggakan tersebut harus tetap dibayarkan. Dengan alasan, setelah dibayarkan, akan dikonversi untuk iuran anggota keluarga yang masih hidup. “Namun setelah dibayar tunggakannya, kata petugas tersebut nanti mereka akan  menghubungi lewat telepon jika sudah dikonversi. Namun sudah berbulan-bulan menunggu, pihak BPJS Kesehatan masih saja keluarkan tunggakannya,” sesalnya.

Sementara, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tondano, Doni Jembar Sawfiddin setelah dikonfirmasi mengatakan, terkait iuran peserta yang telah meninggal itu tidak benar. Dia beralasan, data yang masuk di BPJS Kesehatan adalah data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). “Olehnya, kepada keluarga peserta, bila ada yang meninggal segera melaporkan, supaya kami akan proses,” kilahnya.

Dia pun berujar, setiap sosialisasi sudah sering sampaikan. “Jika masalah peserta BPJS langsung dilaporkan, malahan kami senang kalau ada warga yang melapor,” pungkas Sawfiddin. (ctr-02/fgn)

 

Kirim Komentar